PALEMBANG — Perhelatan Asian Games 2018 yang bakal diselenggarakan di dua provinsi di Indonesia yakni Jakarta dan Sumatera Selatan kian dekat. Pengerjaan infrastruktur seperti light rail transit (LRT) di Sumsel pun juga terus dikebut, khususnya pembangunan LRT di Sumsel.

Tentu, dengan giatnya pembangunan LRT di Sumsel mengakibatkan kemacetan diberbagai titik, untuk itu pemerintah provinsi Sumsel melakukan rekayasa jalan sebagai antisipasi kemacetan pada 3 titik jalan utaman

Pertama pada persimpangan Polda, kedua pada persimpangan Demang Lebar Daun, ketiga pada persimpangan Pagi Sore. Pengerjaan ketiga titik tersebut akan dilaksanakan secara bergiliran untuk menghindari penutupan jalan secara total.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sudirman Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Informatika provinsi Sumsel, Selasa (18/10). Menurutnya, pengerjaan yang pertama akan dimulai dari persimpangan Polda, dengan langkah utama menyelesaikan Pier (Tiang) LRT yang berada di depan Korem 044 Gapo sebelum tanggal 24 Oktober 2016. “Setelah selesai maka alat berat akan berpindah ke kolam retensi,” jelasnya.

Masih kata dia, dengan pengerjaan di kolam retensi simpang Polda maka alat berat akan menutup ruas jalan. Oleh karena itu, mulai tanggal 24 Oktober sampai 24 Nopember 2016 akses menuju jalan Kolonel H Barlian akan ditutup.

“Akan ada rekayasa jalan, dari Jalan Demang Lebar Daun menuju ke Jalan Kol H.Barlian ditutup, akan dialihkan ke Jalan Sudirman dan berputar balik di depan Taman Makam Pahlawan naik flyover baru ke KM 5,” urainya.

Sementara dari Jalan Basuki Rahmat yang akan menuju Jalan H.Barlian, dialihkan berbelok ke kiri dan berputar balik di depan Taman Makam Pahlawan naik ke flyover menuju Jalan H.Barlian.

Sementara itu Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasat Lantas) Polresta Palembang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Feby Febriana, mengatakan hal yang senada dengan Sudirman, untuk simpang Polda terkait dalam penutupan arus jalan Kolonel H.Burlian, pihaknya akan menurunkan enam personil setiap hari itu terbagi dalam tiga shift.

“Shift pertama dari jam 6 pagi sampai 3 sore, shift kedua dari jam 3 sore sampai jam 9 malam, sedangkan shift ketiga dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melihat situasi lapangan, seandainya di lapangan membutuhkan lebih dari enam personil, makanakan dilakukan penambahan dari anggota Brigadir motor (BM). (juniara)

RelatedPost