PALEMBANG — Usai tersingkir di babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2017, manajemen Sriwijaya FC memberikan libur selama 1 pekan kepada Teja Paku Alam dkk. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan refreshing kepada seluruh pemain setelah melakoni laga-laga berat di turnamen Piala Presiden 2017.
“Memang diberikan libur seminggu dan pada tanggal 6 Maret pagi seluruh pemain sudah harus berlatih lagi di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang,” jelas sekretaris tim laskar wong kito, Achmad Haris saat dihubungi Senin (27/2) siang. Menurutnya, tidak hanya secara fisik, para pemain juga dianggap mengalami kelelahan secara psikis.
Setelah menjalani babak penyisihan selama lebih dari 2 minggu di Bali, para pemain juga langsung melanjutkan perjalanan ke Solo. “Setelah berdiskusi dengan tim pelatih, maka disepakati libur selama seminggu. Berkumpul dengan keluarga diyakini akan mengembalikan semangat serta membuat pemain lebih fresh nantinya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menyebut jajaran manajemen juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait hasil yang dicapai oleh SFC di turnamen Piala Presiden 2017. “Evaluasi hal yang biasa dilakukan, baik setelah laga maupun keikutsertaan di sebuah turnamen. Tidak hanya pemain namun juga secara menyeluruh, bisa juga pelatih dan termasuk manajemen,” ungkapnya.
Diakuinya, evaluasi ini memang harus dilakukan mengingat SFC telah dipatok target tinggi yakni mengembalikan gelar juara di kompetisi Liga 1 yang akan digelar awal April mendatang. “Harus diakui memang ada faktor non teknis yang dialami oleh tim, namun tentu itu tidak bisa dijadikan alasan. Pembenahan wajib dilakukan demi kemajuan tim kedepannya,” tambahnya.
Adanya pengunduran kompetisi Liga 1 Indonesia diakui juga oleh pihaknya sebagai sebuah keuntungan sehingga dapat menyiapkan tim lebih baik lagi. “Tetapi kita juga berharap secepatnya ada kepastian jadwal, karena sangat berpengaruh ke persiapan, program dan anggaran tim secara keseluruhan,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait