PALEMBANG — Target tinggi diusung Kurmin Halim, ketua umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumsel periode 2016-2020.

Setelah sempat vakum beberapa waktu, pihaknya kini berniat untuk mengembalikan kejayaan tenis meja yang pernah merajai di level nasional hingga Asia Tenggara.

“Rasanya sudah lebih dari 10 tahun tenis meja Sumsel tertidur, kini sudah saatnya kita bangkit bersama. Saya targetkan dalam 1-3 tahun kedepan, sudah lahir kembali petenis meja asal Sumsel yang mampu bersaing minimal di tingkat nasional,” ujar Kurmin di acara pelantikan pengurus PTMSI Sumsel, Kamis (11/8) malam di Griya Agung Palembang.

Sumsel sendiri memang pernah melahirkan sosok M Hussein, petenis meja asal Sumsel yang mampu meraih medali emas tunggal putra SEA Games XXIII 2005 di Manila. Medali tersebut juga merupakan medali emas terakhir yang diraih Indonesia dan belum disamai hingga saat ini.

“Sumsel tidak pernah kekurangan atlet berbakat, namun memang kurang perhatian. Seperti Gilang yang sekarang justru membela Jawa Barat, namun itu adalah cerita lalu dan kita akan perbaiki semuanya,” tegasnya.

Sektor pembinaan atlet diakuinya memang merupakan prioritas utamanya di periode kepengurusannya. “Pembinaan atlet adalah yang utama, jadi bukanlah pengurusnya. Seluruh dana yang ada haruslah sampai ke tangan atlet dan peruntukannya untuk pembinaan,” tambahnya.

Selain itu, dalam waktu dekat dirinya pun mengaku sudah menyiapkan turnamen untuk menggairahkan dunia tenis meja di Sumsel.

“Kemungkinan di bulan Oktober atau November, karena seorang atlet tidak akan mampu berprestasi jika hanya berlatih namun tidak ada ajang untuk melihat hasilnya. Bisa turnamen atau kompetisi, idealnya dalam 1 tahun lebih dari 3 kejuaraan yang ada di Sumsel ini,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost