PALEMBANG — Program E- Warong dan program keluarga harapan (PKH) yang beberapa waktu lalu di Launching oleh Kementrian Sosial di Palembang untuk masyarakat kurang mampu rencananya akan disebar sebanyak 3500 E- Warong untuk seluruh Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (26/8). Tujuan dikeluarkan E-Warong dan PKH untuk mengenalkan teknologi yang semakin canggih di tengah masyarakat.

“Agar masyarakat tahu dengan teknologi modern, jadi dapat mengubah mindset bahwa menggunakan atm bukan hanya untuk masyarakat menengah ke atas saja tetapi juga bisa untuk kalangan kebawah,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Belman, peluncuran E-Warong dimaksudkan agar penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat lebih efektif, efesien dan praktis serta menghindari birokrasi yang berbelit. “Masyarakat tidak perlu lagi mengantri di Kantor Pos, yang pasti program ini untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran,” ungkap Belman.

Dijelaskannya, ada perbedaan antara penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dan penerima beras sejahtera (Rastra). “Untuk PKH, masyarakat bisa mengambil uangnya langsung di ATM untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan dan tidak harus di E-Warong karena PKH lebih diprioritaskan untuk kesejahteraan Ibu Hamil dan menyusui,” urainya.

Sedangkan bagi penerima Rastra, sambung Belman, bantuannya hanya dapat dicairkan di E -Warung ditukar dengan Beras, Tepung Terigu, Telur dan Gula. “Tidak bisa berupa uang kalau Rastra, dan kedua bantuan ini disalurkan tiga bulan sekali,” jelas dia.

Dikatakannya, Program E- Warong tersebut kemungkinan akan mulai efektif berjalan pada Januari 2017 mendatang, melihat tahun anggaran yang saat ini sudah berjalan.

Sesuai tujuannya program E – Warong untuk mengajak masyarakat mengetahui dan menerapkan perkembangan kecanggihan teknologi sekarang, namun juga harus dipertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang terjadi di dalam masyarakat.

“Apakah dari segi signal, pasokan listrik serta teknis lainnya juga harus siap. Jangan sampai nanti ketika masyarakat mau menggunakan kartunya di E-Warong ternyata mati lampu atau gangguan sehingga masyarakat terkendala,” tambahnya lagi.

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar menyiapkan kematangan program E-Warong terutama dari segi sarana-prasarana serta infrastruktur. “Dari segi teknologi dan jaringannya juga fasilitasnya harus siap menjangkau seluruh daerah, terutama daerah pelosok yang fasilitasnya masih minim sedangkan masyarakat kurang mampu banyak disana,” ucapnya. (juniara)

Artikel Terkait