PALEMBANG — Tingginya curah hujan pada beberapa waktu ini masih menjadi penyebab utama naiknya harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Permana, Senin (14/11) mengatakan, cuaca dan hujan dengan intensitas tinggi berdampak terhadap pasokan bahan pokok seperti cabai, bawang merah dan tomat serta sayuran, sehingga berpengaruh dengan kenaikan harga.

Menurutnya, kenaikan harga juga karena pasokan yang terlambat masuk ke pasar. Apalagi, pasokan bahan pokok yang berasal dari Sumsel jumlahnya terbilang kecil, hanya 23 persen. Sisanya didatangkan dari Jawa Barat, seperti Bogor dan Sukabumi.

Selain itu juga disebabkan karena daerah penghasil juga banyak yang gagal panen akibat banjir dan longsor. “Karena musim hujan dan banjir, jadi pasokannya terlambat dan harganya meningkat. Produk holtikultura Sumsel dipasok dari Pagaralam, Muaraenim, Lahat dan Lubuklinggau,” jelasnya.

Dikatakan Permana, musim hujan seperti yang terjadi saat ini, juga menyebabkan banyak produk-produk holtikultura yang busuk dan mengakibatkan pasokan ke pasar menjadi terhambat dan itu berdampak pula terhadap naiknya harga. Namun diharapkan, kenaikan harga tidak berlangsung lama dan dapat segera normal, cuaca kembali membaik. (Juniara)

RelatedPost