PALI — 13 hari pasca lebaran, harga beberapa komoditas di pasar tradisional Kota Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih melambung tinggi. Seperti harga daging ayam dan bawang putih.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari Pasar Baru Pendopo, harga daging ayam 1 kg sebesar Rp 35.000,- s/d Rp 36.000,-. Harga tersebut sama seperti harga ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Padahal, harga daging ayam sebelumnya hanya berkisar Rp 25.000 s/d Rp 27.000 per kilogramnya.

Sedangkan untuk bawang putih, harganya menembus angka Rp 40.000,- /kg.

Kondisi ini membuat masyarakat kota Pendopo bingung untuk mengatur keuangan dan belanja dikalangan ibu rumah tangga.
“Susah dek, dari bulan kemaren dak turun-turun hargonyo. Padahal sudah habis lebaran, tapi masih bae dak berubah,” tutur Hani (35) warga kelurahan Pasar Bhayangkara, Selasa (19/7).

Tidak hanya itu, Sri salah satu pedagang nasi mengeluhkan tetap tingginya harga daging ayam dan beberapa komoditas lainnya.
“Tidak tega  naikke hargo, soalnyo kasihan samo pembeli kalau nak naekke hargo ayam penyet satu porsi. Jadi yo, mau dak mau kito untung dikit, yang penting tetap laris,” keluh Sri.

Sementara itu, Dedek tokoh Pemuda Kota Pendopo mengaku tidak stabilnya harga daging ayam saat ini lebih disebabkan karena faktor permintaan yang masih meningkat. “Wajar, karena masyarakat Pendopo pasca lebaran banyak melaksanakan hajatan atau pesta. Sehingga permintaan masih tetap tinggi. Sedangkan di sisi lain, stok daging ayam di kalangan pedagang masih terbatas,” ujar Dedek.

Menurutnya, pemerintah kabupaten PALI harus segera cepat menyelesaikan masalah tersebut. “Ini sangat urgen, karena pasca lebaran belum ada penurunan harga di pasar tradisional kota Pendopo. Ditakutkan, ada oknum yang bermain. Oleh karena itu, Pemkab PALI harus segera melakukan tindakan agar masyarakat tidak lagi merasa was-was dengan harga yang tetap tinggi,” pungkasnya. (yudhi)

RelatedPost