Laskarwongkito.com — Pasar yang terkenal di Palembang tak lain ialah pasar 16 yang berada di sisi jembatan ampera, pasar yang terbentang luas tersebut memang menjual berbagai kebutuhan dengan harga yang sesuai kantong kita pastinya.

Namun sebagai orang luar Palembang, mungkin juga harus tahu, ada satu pasar yang juga tak kalah menarik dan unik, yaitu Pasar Cinde. Di sini juga dijual berbagai kebutuhan. Hanya saja bedanya di Pasar Cinde lebih terciri khas dengan barang-barang antik.

4

(sumber foto: hellopalembang.com)

Kalian juga wajib tahu nih guys, dimulai saat fajar hingga pagi hari Pasar Cinde menampakkan sisi wajah lain nya, sebuah pasar loak.

Di sinilah surga bagi para pemburu barang bekas. Barang-barang yang seakan memiliki kesempatan kedua ini, dijual para pedagang yang menggelar lapaknya di sepanjang empat ruas jalan di sekitar bangunan utama pasar cinde. Jalan Raden Muhammad, Jalan Raden Nangling, Jalan Karet dan Jalan Candi Welan.

pasar-cinde-bakal-direvitalisasi-menjadi-pasar-modern-dan-juga_20160126_145607

(sumber foto: cdn2.tstatic.ne)

Barang bekas tidak selamanya jelek, bahkan banyak barang-barang tersebut tergolong antik. Tidak hanya barang bekas, di sini juga menjual barang baru dan unik dengan harga lebih murah dibandingkan di tempat lain.

Kalian bisa menemukan hampir semuanya disini, dari pakaian, sepatu, alat elektronik, peralatan rumah tangga, kaset dan piringan hitam, kamera, tas, lampu dan piring antik, obat tradisional, sampai pretelan onderdil kendaraan, hampir semuanya ada.

Sebagai pembeli atau pemburu barang antik sangat diharuskan untuk jeli dalam mencari, memilih dan memeriksa barang yang kita inginkan. Jika sudah yakin, tinggal nego harga dan transaksi.

98b88-babe-pasar-cinde

(sumber foto: gpswisataindonesia.files.wordpress.com)

Pasar loak Cinde Palembang bisa ditemukan mulai dari fajar sekitar jam 3 hingga pagi hari sekitar jam 9 setiap hari. Tetapi disarankan untuk mengunjungi tempat ini pada minggu pagi, karena pada saat inilah kondisi pasar paling ramai.

Pada hari Minggu, lebih banyak pedagang yang datang menggelar lapak nya, yang berarti lebih banyak barang-barang yang dihidangkan untuk pembeli dan pemburu barang antik.

Tertarik? Tidak ada salahnya menyempatkan diri berburu barang antik selagi anda berlibur ke Palembang. Cobalah! (red/dil)

Artikel Terkait