Laskarwongkito.com — Baru-baru ini, beredar video berisi penyeretan paksa seorang penumpang dari kabin pesawat United Airlines. Video itu menuai kecaman dari netizen kepada United Airlines.

United Airlines adalah maskapai domestik Amerika Serikat yang berbasis di Chicago, Negara Bagian Illinois.

_95575709_038706254-1

(sumber foto: c.files.bbci.co.uk)

Maskapai ini masuk dalam jaringan besar Star Alliance, jaringan yang sama dengan beberapa maskapai ternama seperti Air New Zealand, Asiana Airlines, Lufthansa, Singapore Airlines, dan Turkish Airlines.

Sebelum terjadi insiden penyeretan paksa penumpang tersebut, United Airlines rupanya memang memiliki predikat buruk di kalangan wisatawan. Situs Travel and Leisure menyantumkan United Airlines sebagai salah satu maskapai terburuk di dunia.

United Airlines menempati peringkat ke-9 maskapai terburuk di dunia. Satu peringkat di atasnya ditempati oleh Air India (India). EgyptAir (Mesir) menempati peringkat ke-7.

Maskapai asal Meksiko, Volaris, menempati peringkat ke-6. Satu peringkat di atasnya adalah Royal Air Maroc yang berasal dari Maroko.

EasyJet (Inggris) berada di peringkat ke-4. Sementara itu, tiga peringkat pertama ditempati oleh maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat yakni Frontier Airlines, Allegiant, dan Spirit Airlines.

Situs Fortune memaparkan lima kasus terparah soal pelayanan United Airlines. Salah satunya serupa dengan kasus terakhir. Maskapai ini rupanya sangat sering melakukan overbook dan memaksa penumpang untuk turun dengan menawarkan sejumlah uang.

1160049590

(sumber foto: kompas.com)

Seperti diketahui, kasus berawal saat seorang penumpang pesawat berteriak kesakitan saat dipaksa turun petugas United Airlines dalam penerbangan 3411. Pria tua tersebut ditarik paksa oleh petugas dari kursinya dan diseret di lantai.

Alasannya, penerbangan kelebihan penumpang, dan di saat yang sama United Airlines juga harus menerbangkan empat karyawannya sehingga mesti ada empat SLOT yang dikorbankan.

United menawarkan, bila ada empat penumpang yang mau turun dengan sukarela, mereka akan diberikan kompensasi uang dan penginapan di hotel.

Sayangnya, karena ada yang tidak mau turun, petugas memilih empat penumpang secara acak. Pria yang merupakan satu dari empat penumpang itu menolak turun.

Alasannya, ia dikejar waktu mengingat profesinya seorang dokter dan harus merawat pasien di tempat tujuannya. Namun apa daya, ia diseret oleh petugas keamanan dan terluka.

Sontak, peristiwa mengagetkan tersebut menjadi sorotan penumpang lain di dalam pesawat. Bahkan, beberapa penumpang merekam insiden dan mengunggahnya di media sosial. Alhasil, video menjadi viral dan sudah disaksikan lebih dari 10 juta kali.

Atas kejadian ini, CEO United Airlines Oscar Munoz meminta maaf via Twitter. Namun, netizen mengecamnya. Menurut mereka, apa yang dilakukan maskapai itu benar-benar tidak etis. (red/dil)

Artikel Terkait