PALEMBANG – Kerusuhan pada laga Persija melawan Sriwijaya FC di stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Juni 2016, berimbas pada laga Sriwijaya FC melawan Persipura Jayapura yang akan berlangsung, Minggu (3/7) di stadion Gelora Sriwijaya (GSJ).
Panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Sriwijaya FC melawan Persipura mengambil pelajaran yang kerusuhan yang dilakukan suporter Persija dengan memperketat laga pekan ke 9 dari Indonesia Soccer Championships (ISC) 2016 tersebut.
Menurut Faisal Mursyid Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) – perusahaan pengelola Sriwijaya – manajemen bersama keamanan dari Polresta Palembang dan Polda Sumsel telah bertemu dengan tiga elemen kelompok suporter Sriwijaya FC untuk membicarakan keamanan pertandingan agar apa yang terjadi stadion GBK tidak terulang di Palembang.
“Sesuai dengan arahan dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo maka pengamanan laga Sriwijaya FC melawan Persipura akan ditingkatkan. Jika di laga sebelumnya hanya berkisar 700 personil, maka nanti akan diturunkan 1.000 personil keamanan di stadion Gelora Sriwijaya,” kata Faisal Murysid, Sabtu (2/7).
Faisal Mursyid menjelasakan penambahan personil tersebut merupakan antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti gangguan keamanan di stadion Gelora Sriwijaya.
“Berdasarkan pengalaman dari tiga  laga terakhir Sriwijaya FC di stadion GSJ tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran antar suporter atau gangguan keamanan lainnya. Tapi untuk mengantisipasi maka tetap ada penambahan personel. Apalagi laga ini diprediksi akan didatangi oleh ribuan suporter tuan rumah, karena sudah memasuki libur lebaran,” ujarnya.
Panpel Sriwijaya FC juga mendengar masukan dari kelompok suporter terkait pengamanan di stadion saat pertandingan kontra Persipura. “Pertemuan ini sangat positif, karena belajar dari kasus di GBK maka memang diperlukan komunikasi yang intens antara kelompok suporter dengan pihak pengamanan di stadion. Kami pun mendukung langkah yang diambil langkah oleh pihak panpel, seperti larangan membawa minuman botol ke dalam tribun, kemudian razia sajam di sejumah titik sebelum memasuki stadion,” kata Aang ketua harian Sriwijaya Mania. (dedi)

RelatedPost