PALI — Lonjakan penduduk bisa dicegah dengan menghindari pernikahan usia dini,ikut program Keluarga Berencana (KB) dan mengatur kelahiran,agar bisa mencetak generasi handal dan berkualitas

Untuk itu,Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI gelar sosialisasi penekanan laju pertumbuhan penduduk dengan moto ‘ayo cegah pernikahan dini’ serta pelantikan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) dan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan,Kamis (23/3) di gedung serbaguna Simpang Lima Pendopo.

Usai pelantikan FAPSEDU dan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan yang dilakukan Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony,acara dilanjutkan seminar pengendalian penduduk,dengan Narasumber kepala perwakilan BKKBN provinsi Sumsel Drs Waspi.

“Diharapkan dengan pelantikan FAPSEDU Kabupaten PALI serta seminar penekanan laju pertumbuhan penduduk,kedepan pertumbuhan penduduk di PALI bisa ditekan demi terwujudnya PALI sejahtera,sebab masyarakat sejahtera berawal dari keluarga kecil yang bahagia,” ungkap Dra Yenni Nopriani,kepala DPPKBPPPA PALI saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu,Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan Drs Waspi memuji pertumbuhan penduduk di Kabupaten PALI.

“Sudah cukup bagus,dimana dari data yang saya dapat,jumlah anggota keluarga di PALI rata-rata 4 sampai 5 orang,ini sudah cukup bagus,maka harus kita pertahankan.Namun sedikit kita khawatirkan,bahwa masih ada pasangan usia subur yang di bawah 20 tahun,karena di usia ini tergolong muda,” pujinya.

Dikatakannya bahwa percuma kalau jumlah penduduk banyak namun tidak berkualitas.

“Nantinya akan jadi beban dan berpengaruh pada lingkungan apabila jumlah penduduk banyak namun tidak berkualitas,” ucapnya.

Usai melantik FAPSEDU dan Koalisi Indonesia kependudukan,Wabup PALI Ferdian Andreas Lacony berpesan agar pengendalian penduduk terus disosialisasikan.

“Kependudukan terlihat seperti remeh namun menjadi masalah di berbagai negara,sebab kalau laju pertumbuhan tidak terkontrol, permasalahan bakal banyak bermunculan.Kalau ingin membentuk generasi berkualitas maka keluarga tersebut harus di dorong untuk ikut program KB,dan pengendalian penduduk terus kita sosialisasikan,” pesannya.

Kendala sering ditemukan dilapangan,namun Wabup berharap disikapi bijak serta perlu dukungan dan peran serta semua pihak.

“Masalah pernikahan usia dini terkadang berbenturan dengan norma-norma agama,ada juga pepatah banyak anak banyak rejeki yang dapat mendorong masyarakat berpacu menambah terus jumlah anggota keluarganya.Namun kita harus bijak dan melihat kedepan dampaknya,seperti pernikahan dini yang efeknya,mereka belum siap berumah tangga.Tentu hal ini bisa dicegah dengan peran kita serta perlunya kerjasama semua pihak terutama peran serta orang tua,” ajaknya. (yudi)

Artikel Terkait