PALEMBANG — Maraknya peredara Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal membuat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumsel Menggugat (AMSM) memadati Kantor Gubernur Sumsel.

Koordinator Aliansi BEM se-Sumsel, Rahmat Farizal mengatakan, sudah banyak TKA ilegal masuk ke Indonesia. Tahun 2015 terdapat 634 TKA di wilayah Sumsel.

“Kota Palembang tertinggi dengan 162 orang, Kabupaten OKI 156, Muara Enim 105, Lahat 93, dan Banyuasin 57 orang. Tahun ini jumlah TKA di Sumsel meningkat, yakni mencapai 968 orang. Dan baru-baru ini ditangkap TKA ilegal sebanyak 44 orang di kabupaten Muara Enim dan 11 TKA ilegal di Palembang,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (18/4).

Menurutnya, banyaknya TKA ilegal yang menyalahgunakan visa diperburuk dengan jumlah gaji hingga empat kali lipat daripada tenaga kerja lokal.

“Data dari Dinas Ketenagakerjaan, perbulan para TKA ilegal tersebut menerima gaji hingga Rp 8 juta, sedangkan tenaga kerja lokal hanya hanya berdasarkan upah minimum regional (UMR),” jelasnya.

Selain masalah gaji, tambahnya, perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal dinilai menyalahi regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

“Berdasarkan Mutual Recognition Arragement (MRA), TKA bebas bekerja di negara ASEAN dengan mencakup delapan sektor, yakni akuntansi, teknik, survei, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi dan pariwisata,” terangnya.

Dengan ini, lanjutnya, AMSM menuntut Pemprov Sumsel untuk merumuskan dan menetapkan regulasi gaji yang kompetitif antar TKA dan tenaga kerja lokal.

“Menuntut pemerintah untuk merealisasikan pengawasan sesuai dengan Permen Ketenagakerjaan pasal 60 tahun 2016. Juga menuntut Pemprov Sumsel untuk melakukan verifikasi TKA terhadap semua institusi pemberi kerja sesuai perundang-undangan bab 8 pasal 42-49 UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, jika terbukti melanggar baik TKA maupun institusi pemberi kerja wajib diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, tindak tegas petugas yang terbukti menyalahgunakan wewenang terhadap masuknya TKA ilegal di Sumsel,” tukasnya. (Juniara)

Artikel Terkait