PALEMBANG —  Setelah menggelar pertemuan mengenai Export Financing Consortium di Oslo, Norwegia pada pertengahan Juni lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengambil langkah selanjutnya yakni melanjutkan rencana program dengan IMS Ecubes Norway and Arcola Energy Announce, lembaga internasional yang berkompeten menanggulangi masalah perubahan iklim.

Kesepakatan kerjasama tersebut untuk menjadikan kota Palembang sebagai perintis penggunaan Zero Emission Hydrogen Environment atau kawasan hidrogen nol emisi yang kedua di dunia setelah kota London, Inggris.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin menjelaskan tentang program termutakhir di kota Palembang yang mendahului banyak kota-kota lain di berbagai negara karena beberapa pertimbangan, yaitu belum ada event yang tepat untuk mempromosikan teknologi baru tersebut.  “Nanti secepatnya kita mulai terapkan teknologi ini di Palembang. Kita akan pasang lampu yang lebih terang dan hemat energi, tidak menyebabkan pemanasan global, namun tetap membuat Palembang terus berkilau selama Asian Games nanti dan bahkan seterusnya. Soal teknisnya, kita serahkan kepada IMS,” jelasnya di Griya Agung, Selasa (16/8).

Alex menambahkan, jika biasanya tagihan rekening listrik di Palembang yang bisa mencapai 5,4 miliar rupiah pertahun, angka tersebut bisa dikurangi separuhnya berkat teknologi terbarukan tersebut. “Kita saat ini pelopor teknologi ramah lingkungan ini untuk di Indonesia dan kedua setelah London di Inggris yang sudah lebih dulu menerapkannya,” tegasnya.

Sementara itu,  President of IMS Ecubes Norway Alexander Gerbec mengatakan, teknologi ini menggunakan alat semacam konverter untuk mengkonversi air menjadi bahan bakar maupun sumber energi yang ramah lingkungan dan bebas polusi.

Diakuinya, Palembang yang menjadi kota pilihan untuk menerapkan teknologi tersebut karena dinilai punya daya tarik, terutama menjadi tuan rumah Asian Games 2018, sehingga menjadi kesempatan untuk mempromosikan teknologi yang diinisiasi oleh lembaga di bawah kepemimpinannya itu. “Hanya London dan kini Palembang yang akan menerapkannya dan nanti anda akan melihat perubahan besar dari pengaplikasian teknologi ini,” ungkapnya.  

Selain untuk sumber energi listrik, teknologi ini juga rencananya akan digunakan pada kendaraan mobil, alat-alat elektronik semisal laptop dan telpon seluler. (juniara)

RelatedPost