Sriwijaya FC mengaku sangat memahami gaya bermain Arema Cronus, lawan yang akan dihadapi di babak semifinal turnamen Piala Bhayangkara, Kamis (31/3) malam di stadion Kanjuruhan Malang. Apalagi sejak pembekuan PSSI dan berhentinya kompetisi sepakbola di tanah air, kedua tim sudah sangat sering bertemu di berbagai turnamen yang digelar belakangan ini.

“Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan Arema, begitu juga mereka karena di turnamen apapun yang kami ikuti praktis selalu bertemu,” jelas pelatih laskar wong kito, Beny Dollo saat dihubungi Selasa (29/3) siang. Pelatih yang juga pernah membesut Arema ini mengaku tidak melakukan persiapan khusus dan lebih menekankan peningkatan kebugaran pemain untuk mampu bermain fight selama 90 menit nantinya.

“Turnamen ini jadwalnya sangat padat dan kita harus pintar-pintar dalam menyusun program agar pemain bisa tetap fit di setiap pertandingan,” ujar pelatih asal Manado ini. Selain itu dirinya pun menyatakan bahwa telah mewanti-wanti agar Achmad Jufrianto dkk tidak terprovokasi saat kedua bentrok di lapangan hijau.

“Melawan Arema, tidak cukup hanya mengandalkan strategi saja namun juga semangat juang yang tinggi. Mereka punya karakter keras yang harus diimbangi dan pemain jangan takut bila harus berduel nantinya, kalau itu tidak terpenuhi atau nyali sudah ciut saat masuk lapangan maka hasilnya pasti kurang baik,” tegasnya.

Diakuinya, saat terakhir kali bertemu di perebutan peringkat 3-4 turnamen Piala Gubernur Kaltim awal bulan lalu, SFC hanya kalah karena terpancing emosinya oleh punggawa Singo Edan. “Saat itu kami unggul lebih dulu dan baru nendapat kesulitan setelah Thierry Gauthessi diusir keluar karena mendapat karena kartu merah. Kini pemain SFC tidak boleh mengulangi hal yang sama besok,” tegasnya.

Skuad SFC sendiri sudah tiba di Malang, Selasa (29/3) siang dan langsung menggelar sesi latihan di lapangan Aji Santoso Internasional Football Academy (Asifa) sore harinya. “Seluruh pemain dalam kondisi baik minus Firman Utina yang masih dalam pemulihan,” pungkasnya.