Laskarwongkito.com — Sebanyak 73.000 kendaraan ditilang saat Operasi Zebra yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 1 November lalu. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun 2016 sebanyak 34.000 seluruh daerah di Indonesia saat Operasi Zebra berlangsung selama 2 pekan.

“Hari Sabtu (4/11) dan Minggu (5/11) untuk tahun 2017 data yang masuk pelanggaranya ada 22.000, mungkin karena hari libur jadi sedikit orang yang bepergian. Sedangkan hari ini ada total keseluruhan 73.000 pelanggaran lalu lintas,” kata Kordinator NTMC AKBP Subono di Kantor NTMC Polri, Jakarta, Senin (6/11).

Pelanggaran yang dilakukan masyarakat pada umumya seperti, menerobos lampu merah, melawan arus jalan, tidak punya surat yang lengkap, kondisi kendaraan yang buruk, dan tidak menggunakan sabuk pengaman untuk kendaraan roda dua.

“Untuk hari ini terdapat 121 kecelakaan, meninggal 22 orang, luka berat 33 orang untuk seluruh Indonesia. Sedangkan kemarin terdapat 125 kecelakaan,” ungkapnya.

Saat ditilang pada umumnya, pengendara kerap mengeluarkan berbagai macam alasan. Ada juga yang kabur dan menghindar dari polisi saat Operasi Zebra dilakukan.

“Melalui media kumparan kami mengimbau utama dan pertama adalah keselamatan dengan setop pelanggaran kecelakaan keselamatan untuk kemanusiaan dan menaati Tri Siap, ” kata AKBP Subono.

Tri Siap yang dimaksud AKB Subono yakni:

1. Menaati aturan dan peraturan lalu lintas, rambu, marka, kelengkapan dan perlengkapan kerja sama dengan petugas untuk taat dan disiplin.

2. Kondisi fisik atau kesehatan sopir harus dijaga dalam berkendara.

3. Kelayakan kendaraan sebelum mengemudi harus diperiksa.

4. Operasi Zebra yang memasuki hari ke 6 tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Operasi Zebra akan berakhir tanggal 14 November mendatang.

Artikel Terkait