PALEMBANG — Setelah proses operasinya berjalan lancar, Ichsan Kurniawan bertekad untuk segera menuntaskan masa pemulihan dan mengincar pelaksanaan kompetisi musim depan sebagai ajang come back-nya di lapangan hijau nantinya. Hal ini disampaikan gelandang muda laskar wong kito saat memulai sesi terapi pertamanya di Rumah Sakit Royal Progress Jakarta, Selasa (18/10) siang.

“Alhamdullilah, operasi yang saya lakukan Senin (17/10) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB berjalan lancar. Kondisi saya pun tidak ada masalah dan akan segera memulai proses terapi untuk pemulihan cedera ACL ini,” ujar alumnus U19 ini.

Menurutnya, operasi ACL yang dilakukannya kemarin berlangsung lancar dan dirinya tidak merasakan apapun karena canggihnya teknologi di RS yang memang spesialis dalam menangani penanganan cedera atlit ini. “Awalnya sempat takut karena bayangannya lutut akan dibedah cukup besar, ternyata hanya kecil sekali dan saya saat siuman tidak merasakan apa-apa,” bebernya.

Diakuinya, meski sudah dipastikan tidak akan bisa merumput di sisa kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 kali ini, dirinya mentargetkan untuk segera bergabung kembali ke skuad SFC awal musim depan. “TSC berakhir Desember nanti dan kemungkinan kompetisi baru akan bergulir Maret tahun depan, saya harapkan saat itu nanti kondisi saya sudah pulih 100 persen dan bisa bermain kembali,” tekadnya.

Selama proses operasi, Ichsan sendiri didampingi oleh sekretaris tim SFC, Achmad Haris dan keesokan harinya juga hadir fisioterapi SFC Sigit Pramudya. Bahkan, tanpa sepengetahuannya ayahnya Achmad Fathul Mun’im juga datang langsung ke Jakarta untuk memberikan support. Sang ayah yang merupakan prajurit TNI yang bertugas di Martapura memang sengaja menengok Ichsan dan akan menjaganya untuk sementara waktu.

Sementara itu, sekretaris tim SFC Achmad Haris menyatakan bahwa Ichsan Kurniawan untuk sebulan kedepan akan tinggal di Jakarta untuk melakukan terapi di RS Royal Progress Jakarta. “Akan ada 40 kali pertemuan nantinya sebagai proses awal pemulihan cedera Ichsan ini. Setelah cek out dari RS pada Rabu sore, dia akan tinggal di penginapan yang letaknya tidak jauh dari RS agar proses tidak menganggu proses terapinya,” jelasnya singkat. (dedi)

RelatedPost