PALEMBANG — Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan provinsi Sumatera Selatan, dr. H Trisnawarman, M.Kes mengatakan obesitas atau kelebihan berat badan disebabkan oleh faktor gizi dan pola makan yang mengandung karbohidrat secara berlebihan tanpa diselingi makanan berprotein dan serat secara seimbang.

Selain itu, ia mengatakan kelebihan mengkonsumsi makanan instan seperti fastfood, minuman softdrink dan makanan manis menjadi pemicu utama terjadinya obesitas. “Faktor pola hidup misalnya makan camilan sambil nonton film atau game, aktivitas ini membuat tubuh kita jarang bergerak malah tidak sama sekali,” ungkapnya, Jumat (22/7).

Untuk faktor genetik, sambung Trisnawarman memang ada peluang untuk mengalami obesitas bagi keturunannya tetapi pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

Mencuatnya kasus bocah obesitas di Kota Palembang yang dialami Rizki Ramadan yang baru berusia berusia 11 tahun dengan bobot badan 119 kilogram, putra bungsu pasangan Edi Hartono dan Saila Sukro menjadi perhatian tersendiri bagi pihaknya.

“Kita akan lakukan kerjasama dan koordinasi dengan yang punya wilayah yaitu Dinkes Palembang, karena ini wewenangnya. Bagaimana mereka akan turun mengecek? kita hanya sebagai pembina tetapi juga akan ikut turun ke lapangan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat pada saat pelatihan dan penyuluhan terutama pada ibu yang mulai memberikan ASI eksklusif sampai balita untuk mengkonsumsi makanan bergizi secara seimbang. (juniara)

RelatedPost