PALEMBANG — Meski sudah cukup lama, namun Nova Arianto mengaku masih memiliki banyak kenangan manis bersama Sriwijaya FC. Pemain yang turut menjadi bagian dari skuad laskar wong kito sewaktu menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2102 ini menyebut mendapat pelajaran berharga selama bermain bersama SFC kala itu.

“Saat kami menjadi juara, tim SFC cukup fantastis. Punya materi pemain yang sangat hebat di segala lini, namun bukan hal tersebut yang membuat kami bisa menjadi juara,” ungkapnya usai laga uji coba antara Lampung Sakti, tim yang saat ini dilatihnya melawan SFC, Minggu (2/4) sore di stadion Way Halim.

Menurutnya, kekompakan antar pemain, manajemen dan tim pelatih merupakan modal besar yang dimiliki SFC sehingga mampu merajai ISL dengan sejumlah catatan fenomenal. “Kami kompak, tidak hanya saat di latihan atau bertanding, tapi juga di keseharian. Sehingga semuanya terasa mudah dilakukan,” kenangnya.

Oleh karena itu, saat memutuskan banting stir dan memulai karier sebagai pelatih, pemain yang dikenal dengan selebrasi suster ngesot ini mengaku selalu menerapkan kebersamaan di setiap tim yang dilatihnya. “SFC adalah klub besar di Indonesia dan tidak salah belajar dari pengalaman saya waktu itu. Kedepan, saya pun terus mendoakan agar tim ini tetap berprestasi lagi,” ujarnya.

Selain bernostalgia dengan tim SFC, Nova juga menyebut di skuad tim kebanggaan masyarakat Sumsel saat ini ada sosok pelatih yang sangat dihormatinya. “Om Hartono Ruslan adalah pelatih saya sewaktu kecil di timnas U15-U16, bersama beliau saya beberapa kali mendapat kesempatan bertanding di luar negeri. Senang rasanya kini mampu berhadapan dengan beliau di lapangan hijau, tapi tadi saya curhat dengannya bahwa ternyata susah menjadi pelatih, tekanannya lebih berat ketimbang saat hanya menjadi pemain,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait