PALEMBANG — Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Suamtera Selatan (Sumsel), Nasrun Umar mengungkapkan betapa pentingnya kebutuhan moda transportasi masal bagi sebuah kota yang tengah berkembang.

Menurutnya, moda transportasi memiliki peranan penting untuk memperlancar roda perekonomian. “Semakin tinggi aktivitas persekonomian maka semakin tinggi juga kebutuhan transportasi yang layak,” ucapnya disela kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop Nasional tentang Sistem Angkutan Umum Masal Berkelanjutan Light Rail Transit (LRT) di Graha Sriwijaya Kampus Universitas Sriwijaya, Selasa (30/11).

Dikatakannya, untuk mengatasi kebutuhan moda transportasi tersebut perlu komitmen yang tegas. “Ini sudah dibuktikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dengan didapatkannya proyek untuk moda transportasi masal LRT, yang sebelumnya harus bersaing dengan 7 kota besar lainnya,” ucapnya.

Nasrun juga menyampaikan, sebelum menjadi LRT terlebih dahulu MRT. “Tahun 2015 tadinya MRT, butuh satu bulan untuk mengubah teknologi MRT menjadi LRT,” ungkapnya.

Oleh karena itu, melalu FGD ini pihaknya terus berupaya untuk memperkenalkan moda transportasi yang beberapa tahun lagi akan terealisasi.

“Diskusi ini penting untuk memperkenalkan pembangunan LRT di Sumsel ini. Jadi memang kita sadari di Palembang ini sudah macet, tidak ada pilihan lain selain pindah ke angkutan massal seperti kereta api ataupun LRT, karena ini memang untuk di daerah perkotaan,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, Ir Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, dengan adanya LRT yang mampu melakukan angkutan 15 ribu hingga 20 ribu orang perharinya dinilai sudah merupakan tuntutan kebutuhan angkutan di Palembang.

“Sarana dan prasarana ini termasuk juga perekeretapian dibangun oleh negara. Selain LRT, kita juga masih mengerjakan program double track jalur kereta api antara Tanjung Enim ke Kertapati dan Prabumulih ke Tanjung Karang. Jadi semuanya secara bertahap. Kita buat double ┬átrack ini juga sudah sesuai dengan hukum perkeretaapian,” ucapnya.

Perlu juga diketahui, lanjutnya, untuk pulau Sumatera kita memiliki rencaca untuk mengintegerasikan antar kota melalui jalur kereta api tersebut.

“Saat ini kan masih terpisah, memiliki jalur sendiri-sendiri, nantinya antar kota di Sumatera ini akan terintegrasi. Jadi ini program pemerintah untuk menyelesaikan program pembangunan perekeretapian transumatera, mulai dari Aceh sampai ke Lampung,” ungkapnya.

Lanjutnya, program integrasi kereta api antar kota ini ditargetkan selesai pada 2019. “Total jalur rel kereta api yang perlu disambungkan yakni 1.400 Km,” tukasnya. (juniara)

RelatedPost