PALEMBANG — Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza menyatakan di akhir pekan ini akan segera mengumumkan hasil evaluasi terakhir laskar wong kito. Banyak pihak pun menanti kejutan yang akan disampaikan, mengingat sejumlah rumor kini mulai dikaitkan dengan tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini.

Mulai dari isu kedatangan marquee player hingga kepastian status pemain-pelatih yang kontraknya berakhir di Maret ini. Menanggapi hal ini, manajemen SFC menyebut bahwa semua kewenangan berada di tangan Presiden SFC dan segala sesuatu bisa terjadi.

“Terkesan lama mungkin karena kita memang tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Karena bagaimanapun evaluasi ini murni untuk meningkatkan kualitas tim serta mengamankan target mengembalikan gelar juara nantinya,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Jumat (24/3) sore.

Pihaknya pun menolak jika sikap ini merupakan respon dari desakan suporter laskar wong kito yang belakangan mulai vokal mengkritik performa Teja Paku Alam dkk. “Suporter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari klub, mereka adalah pemain ke-12 saat pertandingan. Tentu masukan, saran dan kritik membangun mereka juga menjadi pertimbangan, namun keputusan merupakan hasil terbaik dari semua proses evaluasi yang dilakukan selama ini,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai marque player, Haris mengatakan bahwa hal ini sudah dilaporkan ke Presiden SFC dan masih menjadi pertimbangan. “Karena ini bukan sesuatu yang wajib, regulasi ini pun baru dikeluarkan sehingga tidak mungkin asal sembarang nanti. Sekarang tengah dikaji apakah perlu atau tidak penggunaan marquee player untuk SFC,” jelasnya.

Karena selain prestasi, SFC diakuinya punya komitmen lain yakni pembinaan pemain muda. “Oleh karena itu, meski PSSI menghapus kompetisi U21, Presiden SFC sudah menegaskan bahwa proses pembinaan tidak boleh ikut berhenti. Jadi nanti selain tim senior, kita juga punya skuad SFC U21, U19 dan U16,” pungkasnya.

Artikel Terkait