Usai tersingkir dari turnamen Piala Jenderal Sudirman, menarik untuk ditunggu langkah evaluasi yang disiapkan oleh manajemen Sriwijaya FC terkait hasil kurang baik tersebut. Meski diharap tidak frontal, namun banyak pihak yang menyuarakan agar terjadi perombakan di dalam tubuh laskar wong kito kedepannya.

Sederet nama pun mulai dikaitkan dengan SFC, termasuk beberapa pemain Persib Bandung yang belakangan diberitakan besar kemungkinan akan hengkang untuk musim depan. Apalagi hampir semua nama tersebut memiliki kedekatan emosional dengan SFC yakni Firman Utina, Supardi, Ahmad Jufriyanto, M Ridwan dan Abdul Rahman.

Saat pertama kali ditunjuk menjadi manajer SFC menggantikan Robert Heri, sosok Nasrun Umar pun tidak menampik bahwa dirinya berkeinginan untuk mengembalikan Firman Utina. Namun diakuinya, semua hal tersebut tentu harus berdasarkan kebutuhan tim dan sesuai dengan kerangka yang akan dikembangkan oleh pelatih nantinya.

“Perombakan itu kemungkinan ada, apalagi tujuannya memang untuk meningkatkan kemampuan tim. Saat ini kami tengah menggelar evaluasi menyeluruh terlebih dulu, jadi soal nama-nama pemain yang akan bergabung baru akan diumumkan setelah itu. Manajer sendiri berharap di awal Januari nanti kerangka tim sudah terbentuk dan langsung diadakan persiapan untuk menghadapi turnamen lanjutan yang paling dekat atau kompetisi yang rencananya digelar oleh PT Liga Indonesia nanti,” jelas sekretaris tim Achmad Haris saat dikonfirmasi.

Saat dikonfirmasi, Firman Utina sendiri enggan berkomentar banyak terkait masa depannya nanti, termasuk juga kemungkinan untuk kembali bersama SFC. “Sekarang status saya adalah pemain ngantri, maksudnya ngantar anak istri,” ujar pemain yang mengantarkan SFC menjadi juara di musim 2011/2012 ini sembari bercanda.

Kelompok suporter SFC sendiri berharap di proses evaluasi nanti, manajemen dapat mencari pemain yang memiliki hati dan siap memberikan kontribusi maksimal untuk tim. “Siapapun pemain yang akan direkrut tentu harus sesuai dengan keinginan pelatih, dan tentu kami tidak lupa mengingatkan ke manajemen agar tidak silau dengan nama besar, percuma mendatangkan pemain papan atas tapi tidak mau kerja maksimal. Apabila permasalahan kewajiban seperti kontrak atau gaji tidak menjadi masalah, rasanya wajar jika kita menuntut prestasi sebagai imbalannya,” ungkap ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko Neori saat dimintai tanggapannya mengenai hal ini.