Penundaan Indonesian Super League (ISL) 2015 mulai berdampak bagi skuad Sriwijaya FC. Meski menolak untuk dijadikan alasan utama, namun tim pelatih laskar wong kito mengatakan bahwa permainan tidak maksimal pemain laskar wong kito terpengaruh hal tersebut.
“Pemain mulai dilanda kejenuhan, tapi seharusnya itu tidak berpengaruh ke permainan. Tapi kami jug berharap bahwa PT Liga Indonesia dan PSSI segera dapat memberi kepastian bergulirnya ISL agar pemain dapat menemukan kembali fokusnya,” ujar asisten pelatih SFC, Hendri Susilo usai pertandingan melawan Martapura FC, Kamis (19/3) sore.
Menurutnya, sebagai tim yang paling duluan mempersiapkan diri, seluruh pemain SFC saat ini tengah mengalami penurunan grafik. “Kita mulai berlatih dan membentuk tim sejak awal Desember lalu. Tentu kita memaklumi jika sekarang ada penurunan, tapi permainan buruk seperti melawan Martapura tidak boleh terulang lagi,” tambahnya.
Salah satu yang disorotnya adalah Goran Ljubojevic, pemain yang paling akhir direkrut oleh manajemen SFC musim ini. “Jika dibandingkan dengan laga sebelumnya, hari ini permainannya jauh menurun dan tidak banyak peluang yang dibuat. Namun kita tidak dapat berbuat banyak mengingat jeda turnamen ini sangat singkat,” jelasnya.
Dengan hanya recovery satu hari, tim pelatih hanya akan lebih mengedepankan pendekatan psikologis kepada pemain. “Tidak memungkinkan jika menggelar latihan, karena itu kami hanya akan berbicara kepada pemain agar memperbaiki permainannya. Kemungkinan untuk melakukan rotasi juga masih terbuka, karena di turnamen ini tujuannya memang agar dapat melihat skema yang sudah disiapkan pelatih serta menilai seluruh anggota tim,” terangnya.
Menghadapi Semen Padang, pihaknya juga mengaku akan bermain seperti biasa dan lebih fokus kepada perbaikan kualitas strategi. “Kita sudah pernah melawan mereka di Padang dan sama-sama tahu kekuatan masing-masing. Saat ini, kita akan lebih melihat bagaimana peningkatan permainan SFC, kemenangan adalah poin yang berbeda. Saya menolak jika dikatakan Semen Padang kekuatannya sekarang menurun, karena bisa saja hal serupa terjadi untuk SFC,” tegasnya kepada awak pers.