PALEMBANG — Proses pengerjaan pembangunan kereta ringan atau sering disebut dengan Light Rail Transit (LRT) di provinsi Sumatera Selatan kini telah menyasar pada tahap pengerjaan di atas sungai Musi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala  Bidang LLAJ dan Perkeretaapian, Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan (Dishubkominfo Prov Sumsel), Sudirman Jumat (21/10). Dijelaskannya, untuk pengerjaan LRT di atas Sungai Musi akan dimulai pada tanggal 1 November 2016 mendatang, oleh karena itu jalur pelayaran akan ditutup sementara untuk mengatur arus lalu lintas di Sungai Musi.

“Agar pelaksanaan pengerjaan berjalan dengan lancar maka kita akan membentuk tim terpadu, posko di sungai Musi untuk mengantisipasi kecelakaan,” jelasnya.

Sedangkan perihal perizinan di wilayah sungai, Sudirman mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan izinnya sebelum pelaksanaan pengerjaan.

“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari kementerian harus mengawasi pengerjaan di Sungai Musi. Karena pengerjaan ini berbeda dengan di darat, kalau di darat bil ada kemacetan bisa ada jalan alternatif tidak seperti disungai bila macet akan berhenti semua,” urainya.

Ditambahkannya, jangan sampai Sungai Musi tertutup, terutama jalur tengah jangan sampai tertutup. Jalur tengah akan ditutup terakhir dari pengerjaan. Apalagi sungai Musi memiliki empat jalur atau arus, pada saat pengerjaan akan dibuat jembatan yang lebih tinggi agar pada saat pasang tidak mengganggu dari angkutan sungai seperti Ketek dan tongkang.

“Sementara untuk angkutan yang lebih besar seperti batubara tetap menggunakan jalur tengah Sungai Musi,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost