PALEMBANG — Upaya pemerintah provinsi Sumatera Selatan (pemprov Sumsel) untuk meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan pembayaran pajak serta memutus mata rantai pungutan liar (pungli) yang rentan terjadi di tengah masyarakat ditunjukan dengan dilaunchingnya kantor samsat online.

Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman mengungkapkan alasan sering terjadinya pungli ketika wajib pajak (WP) membayar pajak di kantor samsat secara manual sehingga wajib pajak bersentuhan langsung dengan petugas pajak.

“Kadang wajib pajak tidak tahu berapa biaya pajak yang harus dibayar, sehingga ada yang memanfaatkan kesempatan ini mengadakan pungli,” jelas Mukti.

Namun, Mukti mengatakan saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Dengan diterapkannya sistem pajak online maka secara otomatis akan memutus mata rantai pungli yang sering terjadi. “Artinya ini juga lebih memudahkan masyarakat untuk membayar pajak bisa melalui bank tanpa harus mengantri lama-lama, berdesakan di kantor pajak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Mukti juga menjanjikan bahwa pemprov Sumsel akan lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai samsat terutama yang berada di daerah.

“Adil itu itu tidak harus sama tetapi bagaimana kita memperlakukan lembaga itu sebagai beban kerja,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost