Cerita menarik tersaji di balik lolosnya Sriwijaya FC ke babak 6 besar turnamen Piala Gubernur Kaltim. Harus diakui bahwa Asri Akbar dkk sedikit tertekan jelang laga terakhir melawan tuan rumah Mitra Kukar, Sabtu (5/3) kemarin karena kewajiban untuk lolos.

“Kami memang awalnya gugup karena tahu bahwa harus menang jika ingin lolos, namun motivasi tambahan membuat semua pemain sepakat ingin memberikan yang terbaik di laga tersebut,” ujar kapten tim Asri Akbar usai pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut.

Menurut Asri, dirinya bersama seluruh pemain memang bertekad lolos sebagai kado untuk putra manajer SFC, Nanda yang saat ini tengah dirawat di RS Charitas Palembang. “Kami semua sedih mendengar manajer tidak bisa hadir langsung di Tenggarong karena harus menunggui anaknya yang tengah sakit, semoga lolosnya SFC ke babak 6 besar ini bisa menjadi obat penyembuh bagi Nanda,” ujar Asri.

Diakuinya, seluruh pemain awalnya sangat berharap kehadiran sang manajer di sisi lapangan saat SFC berlaga di grup B turnamen PGK. “Di Palembang, saat uji coba saja beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir, tentu terasa sangat berbeda sekarang. Tapi kami memaklumi kesibukan manajer di kantornya dan juga ditambah musibah sakitnya Nanda saat ini,” tambahnya.

Selain Nanda, doa kesembuhan juga dipanjatkan pemain SFC bagi Achmad Risky, putera dari sekretaris tim Achmad Haris yang saat ini juga tengah dirundung sakit. Awalnya, Achmad Haris sendiri memang sempat mendampingi di 2 laga awal grup B namun akhirnya harus pulang ke Palembang untuk menjenguk sang anak.

“Dek Ricky juga menjadi bagian dari tim SFC, kami semua berdoa agar penyakitnya segera sembuh. Sepakbola tidak hanya melulu urusan menang atau kalah, namun juga mengajarkan kepada kami mengenai kekeluargaan, kemanusian dan kebersamaan. Kami akan berjuang untuk semua masyarakat Sumsel yang selalu mendoakan kami selama ini,” ungkap Ichsan Kurniawan, gelandang muda SFC.