PALEMBANG — Sempat tampil impresif di awal kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, lini pertahanan Sriwijaya FC belakangan mendapat sorotan karena hampir di setiap pertandingan selalu kebobolan. Terakhir, laskar wong kito mencatat hasil clean sheet saat memenangkan pertandingan atas Perseru Serui (27/7) lalu, dan setelah itu di 5 berikutnya gawang SFC selalu berhasil dijebol oleh lawannya.

Dan di 5 laga tersebut, kebanyakan gol yang bersarang di gawang SFC pun berasal dari eksekusi penalti. Dimulai saat laga kontra Barito Putera (1/8) lalu di Samarinda, gawang Teja Paku Alam berhasil ditembus oleh tendangan top skor sementara TSC 2016, Luis Carlos Junior di menit 42 babak pertama. Kemudian di partai berikutnya, lagi-lagi gawang Teja Paku Alam dijebol oleh sepakan Erwin Ramdani di menit 72 babak kedua lewat tendangan penalti.

Barulah saat laga melawan Arema Cronus (14/8), gawang SFC bersih dari tendangan penalti. Namun di laga ini SFC tidak berhasil membuat catatan tidak kebobolan setelah sundulan Christian Gonzales di penghujung pertandingan membuyarkan kemenangan Supardi Nasir dkk. Namun petaka tendangan penalti menghantui di pekan TSC 2016 saat bertemu Bali United (19/8), gol yang dicetak oleh Fadil Sausu berasal dari hukuman tendangan 12 meter ini.

Di laga penutup kompetisi TSC 2016 melawan Pusamania Borneo FC (27/8), meski tidak ada gol lawan yang dicetak dari tendangan penalti, namun kelengahan SFC dari bola mati tetap terlihat. Dua gol Pesut Etam dicetak oleh Jefry Kurniawan dan Lerby Eliandry dihasilkan melalui proses yang sama yakni tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Penjaga gawang SFC, Teja Paku Alam sendiri mengaku dirinya selama ini sudah berlatih mengantisipasi tendangan penalti atau free kick bola mati. Namun saat menghadapi tendangan penalti, diakuinya factor keberuntungan juga sangat berpengaruh. Seperti keberhasilannya menghalau sepakan kapten Persija Bambang Pamungkas saat SFC bertandang ke stadion Gelora Bung Karno (24/6) lalu.

“Namun semua itu adalah pelajaran berharga buat saya, bersama tim pelatih kami pun sudah mempelajari ulang melalui rekaman video. Saat latihan, bersama pemain lain saya pun menambah porsi dan membiasakan diri menghadapi bola-bola serupa,” tambahnya. Sementara itu, meski secara umum hanya menempati peringkat 5 klasemen sementara, tim kebanggaan Sumsel ini masih cukup berbangga karena memiliki prestasi lain yakni tim dengan selisih gol terbaik dan tim kedua yang memiliki pertahanan terbaik. (dedi)

RelatedPost