PALEMBANG — Sempat tertinggal 3-0 di babak pertama, Sriwijaya FC bangkit dan mampu bermain luar biasa di 45 kedua, namun akhirnya harus puas pulang menyerah dengan skor akhir 3-2 dari tuan rumah Bali United, Senin (30/10) malam di stadion I Wayan Dipta Gianyar. Dengan hasil ini, laskar wong kito gagal memperbaiki peringkat di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dan masih tertahan di posisi 14 dengan poin 38.

Di babak kedua sendiri, tim SFC sempat melakukan protes keras kepada wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin pertandingan karena menganulir gol yang dicetak oleh Alberto Goncalves. Menurut wasit terbaik Indonesia ini, sebelum terjadinya gol tersebut asisten hakim garis sudah mengangkat bendera tanda terjadinya pelanggaran oleh pemain SFC.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan sendiri sangat kecewa dengan keputusan tersebut yang dianggap sangat merugikan pihaknya. “Menurut saya hasil imbang sangat layak kami dapatkan. Ada 2 momen di babak kedua dimana ada 1 pelanggaran di kotak penalti yang diabaikan serta gol yang tidak disahkan,” ujarnya usai pertandingan.

Saat ditanya mengenai aksi protes keras yang dilakukan bench SFC, pelatih asal Solo ini menyebut di kejadian pertama hakim garis sudah mengangkat tanda terjadi handsball yang dilakukan oleh pemain bertahan Bali United, namun diabaikan dan pertandingan terus dilanjutkan oleh wasit.

Sementara itu, pelatih Bali United Widodo C Putro menyebut sangat bersyukur dengan kemenangan ini dan menjadi modal berharga di jalur perebutan juara. “Di babak pertama kami menguasai bola dan enak ditonton, namun setelah turun minum SFC mungkin berpikir kalah dengan selisih berapapun akan sama jadi jauh berani menyerang,” ungkap eks pelatih SFC di musim lalu ini.

Ketika SFC mampu berbalik menyerang dan mencetak 2 gol di babak kedua, dirinya pun lebih memilih untuk bertahan total. “Organisasi pertahanan sempat kehilangan konsentrasi, jadi kami memasukkan pemain yang lebih bernaluri bertahan intuk mengamankan kemenangan. Feeling saya juga mengatakan akan sulit menambah gol, jadi memasukkan gelandang untuk menahan gempuran SFC,” jelasnya.

Jalannya pertandingan

Petaka langsung menghampiri Sriwijaya FC di awal babak pertama ketika wasit Thoriq Alkatiri langsung menunjuk titik penalti karena menganggap Yanto Basna melanggar Nick Van Der Velden. Eksekusi ini diambil dengan sempurna oleh Slyvano Comvalius dan membawa tuan rumah unggul 1-0.

Gol ini pun seakan meruntuhkan mental pemain SFC dan terus diserang oleh Bali United. Banyaknya kesalahan yang dibuat oleh pemain SFC di daerah sendiri benar-benar dimanfaatkan oleh Bali United yang mengandalkan kuartet Belanda di lini depannya.

Hasilnya di menit 14 Bali United mampu memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tendangan jarak jauh Taufiq. Bahkan tim asal Pulau Dewata ini seolah semakin di atas angin ketika Comvalius mencetak gol keduanya di menit 36. Skor 3-0 sendiri akhirnya menutup 45 babak pertama.

Di babak kedua, SFC yang enggan dipermalukan oleh tim tuan rumah langsung berusaha mengambil inisiatif penyerangan. Sebuah tendangan bebas yang diambil oleh Tijani Belaid menghasilkan kemelut di kotak penalti Bali United dan bola muntah langsung disambar dengan tendangan keras Marco Meraudje dan merobek gawang Wawan Hendrawan. Tidak lama berselang, laskar wong kito kembali mencetak gol lewat aksi Beto Goncalves yang lagi-lagi memanfaatkan bola tendangan bebas Tijani yang gagal dihalau dengan baik oleh Wawan Hendrawan.

Setelah gol ini, tensi pertandingan menjadi lebih meningkat dan SFC sempat mencatat beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun hingga wasit Thoriq meniup peluitnya, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 3-2 tetap bertahan hingga usai pertandingan.

Artikel Terkait