Meski sudah menerima surat permohonan peminjaman secara resmi, namun manajemen Sriwijaya FC menegaskan tidak akan melepas Fahrudin, Ahmad Jufrianto dan Supardi Nasir untuk laga amal yang akan digelar di Solo (4/2) dan Sleman (6/2) mendatang. Mepetnya waktu pertandingan tersebut dengan pelaksanaan turnamen Piala Gubernur Kaltim merupakan alasan utama manajemen laskar wong kito enggan melepas ketiga pemain tersebut.

Dua laga amal ini sendiri digelar untuk memberikan bantuan bagi tiga pemain Indonesia yang sampai saat ini sedang berusaha menyembuhkan cedera berat yang mereka alami yakni Alfin Ismail Tuasalamony, Abdul Rahman Lestaluhu, dan Mohammad Nasuha. Selain itu, ada pula mantan pelatih Persija Jakarta, Sofyan Hadi, yang bakal menerima bantuan dari pertandingan amal tersebut. Sofyan sendiri saat ini sedang menderita sakit kanker tulang.

“Dengan sangat menyesal, kami rasanya sulit untuk melepas ketiga pemain tersebut. Karena di tanggal 3 Februari tim SFC sudah akan bertolak ke Kaltim untuk persiapan menghadapi turnamen, karena di jadwal awal yang kami terima, pertandingan perdana sudah akan dimainkan pada 6 Februari,” jelas manajer SFC, Nasrun Umar saat ditemui di acara Meet and Greet SFC, Minggu (24/1) sore di atrium Palembang Indah Mall.

Menurutnya, hal ini juga berdasarkan rekomendasi dari pelatih Beny Dollo yang juga enggan melepas ketiga pemain tersebut. “Jika waktu pertandingannya tidak mepet dengan agenda tim, mungkin bisa saja ada kebijakan lain. Mungkin di lain kesempatan pemain SFC akan berpartisipasi, apalagi tujuan laga amal ini juga sangat baik,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pemain SFC yang diminta untuk tampil di laga amal tersebut yakni Fahrudin mengaku menyerahkan semua keputusan ke jajaran manajemen SFC. “Saya sudah dihubungi oleh panitia penyelenggara, namun tentu harus mendapat izin dari manajemen SFC terlebih dulu,” ungkapnya.

Selain waktu yang mepet, faktor lain seperti resiko mendapat cedera juga menjadi salah satu alasan lain manajemen SFC tidak melepas ketiga pemain tersebut. Selain itu, meski hanya bertajuk laga amal, namun bermain 2 kali dalam rentang waktu 3 hari juga dikhawatirkan menguras fisik pemain.

Artikel Terkait