PALEMBANG — Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Sumatera Selatan secara resmi memulai pembangunan Poltek Pariwisata (PoltekPar ) Sumsel, hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan dua Gedung Utama yakni A dan D dengan daya tamping sekitar 400 mahasiswa.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya Didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan walikota Palembang, disela peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung Poltekpar, Rabu (31/05) mengatakan rencanya kedepan akan dibangun sebanyak 25 gedung untuk proses belajat mengajar, namun tahap awal ini akan dimulai dengan dua gedung.

Pada tahun lalu kantanya jumlah Mahsiswa yang telah bergabung sebanyak 200 orang dan pada tahun depan akan ditingkat menjadi 400 orang, denagn demikan gedung yang memadai tentu sangat penting bagi terlaksannya proses belajar mengajar di Poltekpar Sumsel.

“ saya ingin jangka pendeknya, Poltek Pariwisata yang ada di Palembang fokus dengan Prodi mengenai bidang sport tourism karena disini sudah ada sarana yang sangat baik bagi siswa untuk berpraktek,” harapanya.

Menurutnya kalau tidak ada Prodi khusus tentang sport tourism, tentu akan rugi Kemenpar Bangun sekolah di Palembang, jadi manfaatkan kesempatan dengan sarana yang ada untuk tempat yang tepat dalam mengembangkan program yang ada.

“ jadi setiap even sport tentu bisa dilaksanakan disini sekaligus bisa berefek ke para pelajar yang nanti menimba ilmu di Poltekpar Sumsel ini, “ katanya.

Ia juga menjelaskan kenapa Sumsel harus ada jurusan Harus ada jurusan sport tourism, karena di enam perguruan tinggi pariwisata yang telah ada terlebih dahulu belum ada jurusan yang dimaksud tersebut, jadi tepat rasanya kalau Palembang jadi yang pertama yang telah ditetapkan sebagai roh model prodi wisata olahraga.

Sementara, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin mengungkapkan untuk pembangunan dua gedung tersebut menelan dana sebesar Rp. 136 miliar yang berasal dari dana pusat.

“Ini luar biasa bagi kita di daerah, jadi jangan takut kuliah dan belajar disini karena lulusannya terserap 100 persen, jarena Bahasa Inggrisnya bagus dan etikanya juga diajarkan dengan baik,” tutupnya. (Juniara)

Artikel Terkait