Jhon Saprol (Bagian Umum dan Perlengkapan SFC)
 
            Berawal dari seorang supporter yang dulunya mendukung Sriwijaya FC dari tribun, kini Jhon Saprol sudah bergabung ke dalam skuad laskar wong kito dan bertugas membantu di bagian umum perlengkapan. Namun impiannya untuk terus mendampingi tim kecintaannya tersebut harus sirna karena penghentian kompetisi.

            “Menpora hanya mementingkan egonya dan tidak memikirkan rakyat kecil yang menggantungkan penghidupan dari mencari nafkah di sepakbola,” ungkapnya saat memulai pembicaraan di Mess Pertiwi, Selasa (2/6). Menurutnya, tidak hanya klub, pemain atau pelatih yang terkena dampak langsung dari konflik berkepanjangan Menpora – PSSI saat ini.

            “Di mess Pertiwi ada banyak orang yang menggantungkan nafkahnya jika SFC bertanding. Misalnya penjaga mess, lalu catering yang bertugas menyiapkan konsumsi, lalu ada juga petugas yang kerjanya mencuci baju pemain. Kini semuanya harus stop karena tidak ada kompetisi,” jelasnya.

            Jhon sendiri mengaku sejak bertugas menggantikan official lain yang harus bersitirahat karena terkena sakit pada awal tahun lalu, dirinya mulai menyisihkan pendapatannya untuk membeli motor impiannya dengan cara kredit. “Saya pun sudah punya rencana untuk membelikan orang tua bingkisan saat lebaran nanti, karena saya baru bekerja dan semuanya berkat doa mereka. Tapi entahlah apakah semuanya masih bisa diwujudkan karena sekarang semuanya berantakan,” ungkap Jhon.

            Namun tidak hanya nazar membahagiakan orang tua yang berantakan, pembayaran angsuran motornya juga kini juga terancam tidak teratur. “Mungkin untuk bulan ini masih bisa saya bayar, tapi jika tidak ada kompetisi maka artinya saya pun tidak punya penghasilan dan resikonya motor tersebut harus saya kembalikan ke leasing,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

            Jhon sendiri mengaku cukup bangga dengan peran kecilnya di dalam tim saat ini. “Dulu di tahun 2010, saya main ke Mess Pertiwi untuk berjualan Koran dan punya banyak pelanggan dari kalangan pemain, salah satunya Ngurah Nanak yang sekarang menjadi partner. Sejak saat itu saya mendapat kepercayaan untuk membantu pemain secara pribadi dan di awal tahun diminta om Bendol menggantikan Kak Udin yang tengah sakit,” tandasnya. Sosok Jhon sendiri memang cukup populer di kalangan pemain SFC, tercatat sosok pemain seperti Firman Utina, Ponaryo Astaman hingga Erol Iba pernah dilayaninya.

Artikel Terkait