Laskarwongkito.com-Menpora Imam Nahrawi tak akan pernah bosan memperjuangkan cabang olahraga pencak silat agar di pertandingan di level multi event dari SEA Games hingga ke olimpiade. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber di acara QnA Metro Tv, Kedoya, Jakarta, Rabu (5/9) malam.
Menjelang SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia akan turut berpartisipasi tapi hingga saat ini tuan rumah telah meliris setidaknya 30 cabang olahraga yang akan dipertandingkan tetapi tidak ada pencak silat di dalamnya.
“Yang pasti kita harus berjuang bersama karena Filipina hingga saat ini belum memasukkan pencak silat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan demikian pula hal dengan bulutangkis, jadi dua cabang olahraga ini yang akan kita perjuangan dan paksakan agar tetap dipertandingkan,” kata Menpora.
Menurut menteri yang hobi bermain bulutangkis ini regulasi didalam SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade sangat jauh berbeda. “SEA Games ini betul-betul memberikan kewenangan penuh bagi tuan rumah untuk menentukan cabang olahraga dan nomor-nomor yang akan dipertandingkan, hal ini memungkinkan tuan rumahnya meraih medali,” lanjutnya.
Sisi positifnya, lanjut Menpora mayoritas negara peserta SEA Games mendukung pencak silat untuk dipertandingkan hal ini memudahkan dipenuhinya syarat-syarat agar suatu cabor dapat masuk dalam cabang yang dipertandingkan.
“Prestasi pencak silat dan sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah modal besar agar pencak silat dapat dipertandingkan tidak hanya di SEA Games tapi juga di olimpiade setidaknya menjadi cabang ekshibisi saat Olimpiade Tokyo 2020,” kata Menpora mengulang saat jumpa dengan Menpora Jepang.
“Kita harus bersama-sama, pengurus pencak silat, para duta besar, KOI, Koni agar bersama meyakinkan negara peserta olimpiade, ini penting dilakukan mulai sekarang dan pintu awalnya di 2019 saat SEA Games Filipina pencak silat dipertandingkan dan 2020 ekshibisi di Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.
Sementara Sekjen KONI Pusat Soewarno menyampaikan dari 30 cabor yang dikeluarkan Filipina dan pencak silat tak masuk didalamnya menurutnya Filipina  telah lama merilis sebelum Indonesia mendapatkan 14 medali emas pencak silat di Asian Games 2018.
“Filipina ini tidak mempertimbangkan apakah Indonesia akan sapu bersih emas pencak silat atau tidak di Asian Games, masih ada peluang untuk negoisasi dan komunikasi dengan federasi Asia Tenggara untuk memasukkan pencak silat dan cabang lainnya dengan minimal diikuti lima negara peserta di SEA Games yang diikuti 11 negara Asia Tenggara,” katanya. (ben/ril)

Artikel Terkait