PALEMBANG — Dua kekalahan beruntun yang dialami Sriwijaya FC membuat peluang untuk mendekati puncak klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 semakin menjauh. Saat ini laskar wong kito masih tertahan di peringkat 5 klasemen sementara TSC 2016 dengan poin 37, tertinggal 7 poin dari Madura United yang masih kokoh di peringkat pertama.

Banyak pihak pun menyebut SFC kini sedang masa kritis, mengingat sebelumnya tidak pernah merasakan 2 kekalahan secara beruntun. Namun sekretaris tim SFC, Achmad Haris menolak anggapan tersebut dan menyebut pihaknya masih akan terus berjuang memperebutkan gelar juara.

“Jika disebut kritis mungkin terlalu berlebihan, karena pemain sudah berjuang semaksimal mungkin. Namun memang hasil di 2 laga ini bisa diibaratkan sebagai warning atau lampu kuning agar kedepannya tidak tergelincir lagi,” jelasnya saat dihubungi Senin (10/9) siang.

Sembari terus melakukan evaluasi, dirinya menyebut SFC akan langsung mengalihkan fokus untuk persiapan laga selanjutnya melawan Persegres GU, Kamis (13/10) besok. “Waktu kita sangat mepet, setelah tiba di Palembang pada Senin (10/10) siang, praktis kita hanya punya waktu sebentar untuk bersiap dan hanya melakukan 2 kali latihan sebelum bertanding nanti,” tambahnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh penyerang SFC, Hilton Moreira. Menurutnya, sebagai pemain dirinya memang tidak nyaman dengan kondisi SFC saat ini. “Sebagai pemain, saya tidak suka dengan kekalahan. Namun hal ini tidak boleh dijadikan alasan kita sedang mengalami krisis,” ujar pemain asal Brasil ini.

Diakuinya, sebagai sebuah tim SFC sekarang harus melupakan semua kejadian yang terjadi belakangan ini. “Semua harus kerja keras lagi, anggap saja sekarang mulai dari awal lagi. Melawan Persegres, tidak boleh ada hasil negatif lagi, kemenangan menjadi hal wajib. Selain untuk nama besar SFC, saya juga tidak ingin nama pribadi juga turut jatuh karena buruknya prestasi di 2 laga terakhir ini,” tegasnya. (dedi)

RelatedPost