PALEMBANG — Untuk memastikan program pemerintah berjalan dengan baik, Kamis (18/8), Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan ke beberapa titik pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan.

Didampingi Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin, peninjauan mulai darib Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan beranjak menuju pembangunan LRT Zona I. Setelah itu kunjungan dilanjutkan simpang Tanjung Api-Api di Zona II.

Budi Karya Sumadi mengatakan, program pemerintah yang berjalan dengan baik merupakan bukti bahwa negara ini hadir memberikan suatu yang baik bagi masyarakat. “Alhamdulillah Sumsel menjadi model di Indonesia, ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan harus kita lakukan dengan baik. Kami sangat mengapresiasi pak Alex yang sangat kreatif,” ucapnya.
Icon ini harus didukung dengn sarana dan prasarana lengkap.

Ditambahkannya, pembangunan ini harus belajar dari negara yang maju. “Kami mengusulkan dengan pak Gubernur untuk melakukan kerjasama dengan waskita, BUMD dan lainnya untuk memanfaatkan komersialnya karena disitu justru yang membiayai proses operasional ,” urainya.

Kalau mengenai ketepatan waktu hal tersebut bisa dilakukan sambung budi, karena komplikasi suatu pembangunan pasti banyak permasalahan yang dihadapi, tetapi semuanya sudah bisa teratasi. “Tetapi masyarakat harusnya bangga dan mendukung, karena ini adalah satu-satunya kota yang mendapat perogram LRT selain jakarta, jadi harus bersyukur kita bisa menjadi Icon diantara kota lain di Indonesia,” imbaunya.

Selain itu, dengan banyaknya kegiatan nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Sumsel dan ide membangun transportasi umum LRT untuk mengatasi kemacetan yang sudah diprediksi kedepannya akan terjadi. “Ini suatu pola tertentu yang kreatif dan inovatif, Palembang yang belum macet belum tapi sudah mengantisipasi tentunya nanti akan kembangkan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin mengatakan ide pembangunan LRT merupakan hasil dari survey tentang traffic di Palembang yang 2019 nantinya akan diprediksi macet total. “Jadi kami awalnya mengusulkan membangun Monorel tetapi karena biayanya lebih mahal jadi diusulkan membangun LRT,” terangnya.

Dikatakan Alex, Selain LRT Sumsel juga akan membangun kota green city di kawasan Jakabaring. “Jadi Atlit dari bandara ke Jakabaring naik LRT dan langsung turun di Jakabaring, dijemput dengan mobil electric dan Hydrogen car yang pertama, satu-satunya di Asia Tenggara,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost