PALEMBANG — Sikap sabar ditunjukkan oleh manajemen Sriwijaya FC saat menunggu penyembuhan cedera yang dialami Bio Paulin. Pemain naturalisasi asal Kamerun ini sekarang memang harus menepi untuk pemulihan cedera yang dialaminya dan diperkirakan baru akan merumput kembali di akhir April nanti.
Bio sendiri saat ini tengah berada di Jakarta dan melakukan pengobatan dengan dokter spesialis guna mempercepat pemulihan cederanya. Manajemen SFC sendiri menyebut sudah terus berkomunikasi dengan Bio dan dokter untuk mengetahui sejauh mana perkembangan cederanya.
“Menurut dokter Boby Nelwan yang merawat Bio, setelah menjalani operasi meniskus setidaknya dia perlu beristirahat selama 1 bulan. Berbeda jika terkena ACL yang perlu pemulihan lebih lama hingga 6-7 bulan,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Rabu (22/3) sore.
Setelah operasi tersebut, perawatan pemulihan dilanjutkan dengan melakukan tindakan invasiv endoskopi minimal untuk mempercepat pemulihan. Ditargetkan, di akhir April atau awal Mei nanti Bio Paulin sudah dapat bermain seperti sediakala.
Dukungan terhadap Bio juga datang dari rekan setimnya, Hilton Moreira. “Dulu saat pertama kali datang ke Indonesia dan bermain untuk Deltras Sidoarjo, saya juga pernah terkena meniskus. Namun proses penyembuhannya tidak terlalu lama, hanya sekitar 3 minggu. Jika kata dokter meniskus maka saya yakin Bio tidak perlu waktu lama untuk pulih dan bergabung ke tim lagi,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Bio enggan berkomentar banyak dan menyatakan sudah tidak sabar merumput di lapangan hijau. “Tentu yang paling tepat menjelaskan kondisi saya adalah dokter, namun tentu saya sudah sangat ingin bermain lagi. Tapi saya harus patuh mengikuti semua tahapan proses pemulihan ini,” jelasnya singkat.
Sebagai informasi, meniskus merupakan cedera yang umum terjadi pada atlit sepakbola dan termasuk dalam 4 cedera yang paling sering dialami oleh para pesepakbola.
Cedera meniskus ringan dapat menyebabkan nyeri minimal dan pembengkakan sendi lutut yang biasanya akan sembuh dalam 2-3 minggu. (dedi)

Artikel Terkait