Hampir di setiap musim, Sriwijaya FC selalu nyaris membuat kejutan di bursa transfer. Mulai dari era Rahmad Darmawan saat mendatangkan Keith Kayamba yang sudah dinilai tua untuk bermain di Indonesian Super League, namun ternyata sosok pemain asal Saint Kitts and Nevis kemudian menjelma menjadi salah satu legiun asing terbaik di Indonesia.

Kemudian musim lalu saat turun di kompetisi Qatar National Bank (QNB) League, laskar wong kito juga kembali bikin geger dunia persepakbolaan nasional kala mampu  mendatangkan sederet pemain bintang mulai dari Ferdinan Sinaga, Patrich Wanggai, Titus Bonai, Raphael Maitimo hingga top skor Liga Singapura, Goran Ljubojevic asal Kroasia.

Menatap tahun 2016, meski sepakbola Indonesia masih terkena sanksi FIFA dan belum ada kepastian mengenai bergulirnya kembali kompetisi, namun SFC tetap menjadi magnet dan sederet pemain ternama terus dikaitkan akan segera merapat ke Palembang. Apalagi kebijakan kenaikan nilai gaji yang diterapkan oleh manajer SFC, Nasrun Umar seolah menjadi daya pikat bagi para pemain yang kini nasibnya seperti terombang-ambing di tengah konflik berkepanjangan Menpora – PSSI.

Salah satu agen pemain sepakbola di Indonesia, Eko Subekti sendiri membenarkan bahwa pihaknya kini tengah dalam tahap membantu SFC dalam menyiapkan skuad tim untuk musim depan. Menurutnya, dirinya pun sengaja datang ke Palembang, Kamis (24/12) guna lebih membicarakan secara intens proses tersebut.

Meski enggan menjelaskan secara rinci pemain yang hendak ditawarkannya, namun sosok Beto Goncalves, Fabiano Beltrame dan Hilton Moreira muncul ke permukaan. Apalagi SFC sudah kehilangan 2 legiun asing di posisi tersebut yakni Abduolaiye Maiga yang pindah ke Liga Malaysia dan Osas Saha yang tidak diperpanjang kontraknya.

“Saya harus menghormati pihak SFC dan pemain yang bersangkutan, jadi belum bisa berbicara banyak. Saya ke Palembang tidak hanya untuk urusan negosiasi pemain saja, karena disini saya pun banyak teman dan ingin bertanya mengenai kepastian sepakbola nasional kedepannya, karena bagaimanapun banyak pemain asing kini yang bertanya tentang hal itu. Banyak dari mereka pun berharap ada kompetisi yang digulirkan agar lebih tenang dalam bermain,” jelas Eko.

Manajer SFC, Nasrun Umar sendiri sebelumnya juga sudah menyatakan siap memberikan kejutan di bursa transfer kedepan. Salah satunya adalah mengembalikan si anak hilang yang pernah menjadi bagian dari skuad juara SFC sebelumnya. “Pemain tersebut kita harapkan dapat mengembalikan roh dan karakter tim SFC kedepan, soal posisinya bisa di belakang, tengah ataupun depan. Jika pada saatnya nanti, pasti akan kami umumkan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.