BALI — Sriwijaya FC sukses menjaga peluang lolos ke babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2017 usai mengalahkan Barito Putera dengan skor tipis 2-1, Senin (13/2) sore di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali. Dengan hasil ini laskar wong kito mengumpulkan poin 4 dari 2 pertandingan  dan menyisakan 1 laga terakhir melawan Pusamania Borneo FC, Sabtu (18/2) mendatang.

Gol pertama untuk laskar wong kito dicetak pemain muda Slamet Budiono lewat tendangan dari luar kotak penalti di penghujung babak pertama, sementara gol kedua disumbangkan oleh Hilton Moreira memanfaatkan umpan matang Gilang Ginarsa di menit 60 babak kedua. Barito Putera sempat memperkecil kedudukan melalui penyerang anyar asal Brasil, Aaron Da Silva di menit 82.

Pelatih SFC, Widodo C Putro menyebut anak asuhnya sempat mengalami kesulitan di babak pertama. Cuaca yang sangat panas diakuinya sangat mempengaruhi performa Teja Paku Alam dkk di laga ini. “Laga sangat berat, cuaca panas ditambah lapangan cukup tebal membuat pemain sulit bermain lepas. Tapi saya berterima kasih kepada seluruh pemain SFC yang tetap bisa menunjukkan permainan maksimal,” ujarnya usai pertandingan.

Selain itu, di 45 menit babak pertama anak asuhnya disebut juga sedikit tidak sabar dalam membangun serangan ke pertahanan lawan. “Gol yang bersarang ke gawang SFC juga berasal dari kesalahan sendiri, terlalu mundur ke belakang dan saat possession bisa direbut lawan,” jelasnya.

WCP juga menyebut beberapa anak asuhnya juga harus menerima perawatan usai pertandingan. “Memang ada beberapa yang terkena banyak benturan, tapi jeda ke pertandingan berikutnya cukup lama dan srasanya masih cukup waktu untuk pemulihan. Soal peluang lolos ke babak berikutnya, saya enggan bicara karena masih ada 1 pertandingan lagi yang harus dimainkan, fokus kami hanyalah bermain baik di setiap pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Barito Putera Jacksen F Thiago menyebut SFC bermain lebih efektif di laga ini. “Saya harus mengakui performa Barito kurang agresif, terutama di babak pertama. Oleh karena itu target saya sejak awal adalah membangun karakter pemenang dan tidak takut dengan siapapun, berani serta percaya diri. Setidaknya di 45 menit pertama kami punya 4 peluang mutlak namun tidak ada yang berbuah gol,” ujar pelatih asal Brasil ini.

Menurutnya, SFC mampu memanfaatkan kelengahan anak asuhnya dan berujung kekalahan untuk Barito Putera. “Proses terciptanya 2 gol ke gawang kami hampir sama, namun ini adalah evaluasi nyata dan pemain tentu melihat langsung kesalahan mereka hari ini berujung fatal. Namun saya juga harus memberikan apresiasi kepada tim lawan, persiapan seminggu tentu tidak ideal, tapi hal ini akan menjadi pembelajaran berharga untuk kompetisi nanti,” tambahnya.

 

Jalannya pertandingan

 

Di babak pertama, cuaca panas membuat tempo pertandingan berjalan lamban dan tim Barito Putera terlebih dulu mengancam pertahanan SFC melalui sundulan Yongki Aribowo yang masih bisa ditepis dengan refleks luar biasa dari Teja Paku Alam. Saat peluit wasit sepertinya akan ditiup tanda berakhirnya 45 menit babak pertama, Slamet Budiono mampu memecah kebuntuan dan menjebol gawang Laskar Antasari yang dijaga oleh Aditya Harlan.

Di babak kedua, hujan yang mengguyur stadion I Wayan Dipta Gianyar membuat tempo pertandingan berlangsung lebih menarik. Pelatih SFC, Widodo C Putro sendiri melakukan 2 pergantian pemain dengan memasukkan darah segar yakni TA Mushafry yang mengisi posisi Slamet Budiono dan Rahmad Hidayat menggantikan M Nur Iskandar.

Hasilnya langsung terlihat di menit 60, pergerakan TA Mushafry membuat Gilang Ginarsa cukup bebas di sisi kiri pertahanan Barito dan mampu mengirim umpan matang kepada Hilton Moreira. Sontekannya mampu meluncur ke gawang lawan yang sudah kosong dan memperlebar kedudukan menjadi 2-0.

Setelah unggul, SFC terus bernafsu menambah gol dan di menit 74 giliran TA Mushafry yang mendapat peluang emas. Sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan kerasnya masih mampu dihalau dan bola muntah yang disambar oleh Beto hanya membentur tiang gawang. Usai kejadian ini, Beto sendiri sempat mendapat perawatan serius dan akhirnya ditarik keluar.

Petaka datang di menit 82 bagi SFC saat kesalahan pemain di lini belakang mampu dimanfaatkan oleh Rizky Pora dan umpan manisnya berhasil diselesaikan oleh Aaron Da Silva sekaligus memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Setelah gol ini, Barito terus mengurung pertahanan SFC namun hingga wasit Iwan Sukoco meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan tidak ada gol tambahan tercipta dan skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan SFC. (dedi)

Artikel Terkait