Meski berhasil meraih kemenangan, namun tim pelatih Sriwijaya FC mengaku tidak puas atas penampilan Titus Bonai dkk saat menghadapi Martapura FC, Kamis (19/3) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dalam lanjutan Piala Gubernur Sumsel Cup 2015. Gol Morimakan Koita di menit 21 babak pertama menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga ini.
Dalam laga ini, Bendol melakukan rotasi dan mengistirahatkan sejumlah pilar utama seperti Ferdinan Sinaga, Abdoulaiye Maiga dan Asri, Patrick Wanggai, Asri Akbar dan Faturahman. Pemain pelapis seperti Jecky Arisandi dan Ichsan Kurniawan mendapat kesempatan turun sejak menit pertama.
Namun menghadapi Martapura yang berasal dari divisi utama, skuad laskar wong kito tampil kurang greget dan minim peluang. “Jika melihat hasilnya maka memang SFC yang menang, tapi secara keseluruhan tim tampil buruk. Hari ini penampilan mereka jauh dibawah form terbaiknya, ini akan menjadi catatan tim pelatih,” ujar asisten pelatih Hendri Susilo usai pertandingan.
Menurutnya, salah satu pemain yang tampil buruk di laga ini adalah penyerang anyar Goran Ljubojevic. “Goran bermain tidak sesuai harapan, namun sepakbola adalah permainan tim dan kesalahan ini akan dievaluasi secara bersama. Di awal laga, rotasi memang kita lakukan untuk melihat kemampuan pelapis,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Martapura FC Frans Huwae mengaku tetap bersyukur meski timnya meraih kekalahan di laga ini. “Sejak awal kami memang mengikuti turnamen ini untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin dan di 2 pertandingan awal ini pemain Martapura mendapat pelajaran berharga dari tim papan atas ISL,” ungkapnya.
Menurutnya, setelah bermain tidak optimal di babak pertama, dirinya memang menginstruksikan pemainnya untuk merubah gaya bermain di 45 menit kedua. “Jika memaksakan bola-bola pendek selalu bisa dipotong pemain lawan, karena itu saya bilang untuk memainkan bola daerah ke pertahanan SFC. Dan saya juga tekankan untuk bermain percaya diri, hasilnya di babak kedua kami mampu mengimbangi,” pungkasnya.