Sriwijaya FC sukses meraih tiket ke babak final Piala Presiden 2015 usai mengalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1 dalam laga dramatis yang dimainkan di stadion Manahan Solo, Minggu (11/10) malam. Gol TA Musafri di penghujung babak kedua menjadikan agregat 2-1 untuk kemenangan laskar wong kito. Dengan hasil ini, SFC akan bertemu Persib Bandung dalam final yang akan digelar 18 Oktober mendatang di tempat yang belum ditentukan oleh Mahaka Sports and Entertainment.

Manajer SFC, Robert Heri mengaku kemenangan ini pantas diraih Titus Bonai dkk yang dinilai bermain pantang menyerah sepanjang 90 menit pertandingan. “Kami lolos dengan terhormat, karena di leg pertama mampu menahan imbang di Malang, sementara di Solo kami mampu mengalahkan mereka,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, dirinya sebelum pertandingan hanya berpesan kepada seluruh pemain agar bermain lepas dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel yang sudah setia mendukung SFC selama ini. “Meski Solo hampir dipenuhi Aremania, namun saya percaya karena mereka selama ini sudah menunjukkan kerja keras dan sangat ingin membalikkan prediksi banyak pihak yang tidak mengunggulkan SFC,” tambahnya.

Sriwijaya FC sukses meraih tiket ke babak final Piala Presiden 2015 usai mengalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1 dalam laga dramatis yang dimainkan di stadion Manahan Solo, Minggu (11/10) malam. Gol TA Musafri di penghujung babak kedua menjadikan agregat 2-1 untuk kemenangan laskar wong kito. Dengan hasil ini, SFC akan bertemu Persib Bandung dalam final yang akan digelar 18 Oktober mendatang di tempat yang belum ditentukan oleh Mahaka Sports and Entertainment.

Manajer SFC, Robert Heri mengaku kemenangan ini pantas diraih Titus Bonai dkk yang dinilai bermain pantang menyerah sepanjang 90 menit pertandingan. “Kami lolos dengan terhormat, karena di leg pertama mampu menahan imbang di Malang, sementara di Solo kami mampu mengalahkan mereka,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, dirinya sebelum pertandingan hanya berpesan kepada seluruh pemain agar bermain lepas dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel yang sudah setia mendukung SFC selama ini. “Meski Solo hampir dipenuhi Aremania, namun saya percaya karena mereka selama ini sudah menunjukkan kerja keras dan sangat ingin membalikkan prediksi banyak pihak yang tidak mengunggulkan SFC,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih SFC Beny Dollo mengaku strategi cadangan yang diterapkannya usai Arema Cronus mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Lancine Kone berbuah manis. “Pemain SFC setelah unggul terlalu berhati-hati dan bermain bertahan, apalagi Tibo terkena cedera. Begitu pun Wildansyah yang juga cedera, namun tetap saya paksakan karena kita sangat membutuhkannya untuk menjaga Syamsul Arif,” jelasnya.

Dirinya pun memasukkan Yohanis Nabar dan Rizky Dwi Ramadhana sebagai darah segar untuk menjebol gawang Kurnia Meiga. “Asri mengalami benturan dan fisiknya terkuras, namun kita sudah antisipasi dengan memasukkan Ichsan Kurniawan. Hasil ini pantas mereka raih, karena sejak awal persiapan kita kurang beruntung dan harus mengalami banyak masalah. Terakhir, semestinya kita main di Palembang tapi mereka tetap fokus dan tidak terpengaruh,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih SFC Beny Dollo mengaku strategi cadangan yang diterapkannya usai Arema Cronus mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Lancine Kone berbuah manis. “Pemain SFC setelah unggul terlalu berhati-hati dan bermain bertahan, apalagi Tibo terkena cedera. Begitu pun Wildansyah yang juga cedera, namun tetap saya paksakan karena kita sangat membutuhkannya untuk menjaga Syamsul Arif,” jelasnya.

Dirinya pun memasukkan Yohanis Nabar dan Rizky Dwi Ramadhana sebagai darah segar untuk menjebol gawang Kurnia Meiga. “Asri mengalami benturan dan fisiknya terkuras, namun kita sudah antisipasi dengan memasukkan Ichsan Kurniawan. Hasil ini pantas mereka raih, karena sejak awal persiapan kita kurang beruntung dan harus mengalami banyak masalah. Terakhir, semestinya kita main di Palembang tapi mereka tetap fokus dan tidak terpengaruh,” tegasnya.

Asri Akbar yang mencetak gol pertama mengaku mempersembahkan golnya tersebut untuk seluruh masyarakat Sumsel yang harus kecewa tidak dapat melihat SFC berlaga di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring karena masalah kabut asap. “Saya banyak sekali mendapat dukungan dari fans SFC yang meminta kami memberikan penampilan terbaik, karena meski di Solo mereka terus memberikan doa dan semangat setiap harinya,” ujar pemain asal Makassar ini.