PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan praktik pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kerusakan, pencemaran lingkungan, hingga gangguan kesehatan hukumnya haram.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel Aflatun Muchtar, Kamis (15/9) mengaku sangat mendukung fatwa MUI teranyar terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya, Fatwa haram karhutla patut diterapkan di Sumsel yang memiliki lahan gambut sangat luas dan berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Jika sudah ada fatwa dari pusat, maka kita harus ikuti dan tentunya kita mendukung terutama di Sumsel, agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi kembali,” katanya.

Ia berjanji, jika ada masalah yang muncul di tengah masyarakat maka MUI akan membicarakannya dengan MUI Pusat, termasuk soal karhutla.

Aflatun mengaku percaya dengan kerja keras Pemprov Sumsel yang saat ini terus mencegah terjadinya kobaran api. Namun pihaknya juga akan tururt serta membantu penaggulangan bencana kebakaran karena termasuk permasalahan umat.

“Memang betul itu, membakar lahan secara serampangan dan jika disengaja, maka haram hukumnya. Pelakunya tindak tegas karena ini berp[engaruh poada masyarakat lapisan bawah,” tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyatakan dukungannya terhadap fatwa haram membakar hutan dan lahan.

“Itu sangat bagus sekali kita harus dukung, lahan jangan dibakar tetapi problem di Indonesia ini karena kita ini lahannya gambut dan sebagain besar kasunya terbakar sendiri bukan sengaja,” urainya.

Selain itu, dengan fatwa tersebut, Jimly mengatakan sebagai umat yang baik kita bisa saling mengingatkan untuk jangan membakar lahan baik sengaja atau tidak. “Misalnya jangan membuang puntung rokok sembarangan, setidaknya itu bisa mengurangi kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost