PALEMBANG —  Panglima Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya saat ini resmi dijabat oleh (Mayor Jendral) Mayjen TNI Sudirman yang menggantikan Mayjen TNI Purwadi, menggelar apel bersama prajurit  dan pegawai negeri sipil (PNS) di lapangan Jasdam, Kamis (14/7).

Usai menggelar apel, Mayjen TNI Sudirman menyampaikan dalam mengemban tugas yang baru ia terima, ia lebih memfokuskan untuk melanjutkan kebijakan pemimpin sebelumnya. “Sambil melakukan evaluasi kira-kira ada peluang mengenai langkah apa yang bisa saya lakukan kedepannya untuk daerah teritorial itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu Pangdam II/Sriwijaya yang ke-38 ini memfokuskan diri untuk segera mempelajari dan mengelaborasi persoalan yang ada di wilayah Sumatera bagian Selatan. “Jadi fokus saya kedepannya akan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang telah dikerjakan oleh Pangdam lama. Strateginya yaitu dengan melanjutkan dulu kebijakannya setelah itu baru evaluasi,” katanya.

Pria kelahiran Jambi ini juga mengatakan persoalan yang  menjadi fokus saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Ini yang menjadi tantangan bagi kita karena lahan gambut kita luas, jadi dengan konsep yang sudah ada paling tidak  dapat meminimalisir terjadinya karhutla, tidak seperti tahun lalu, kita juga mengadakan kolaborasi dengan stakeholder terkait lainnya.” Tegasnya.

Terkait sindikat pengguna dan pengedar narkoba, Mayjen TNI Sudirman mengatakan tidak akan ada toleransi. “Kita akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pengecekan, dan tidak ada ampun bagi mereka (red- pengguna dan pengedar narkoba),” pungkas pria kelahiran 5 Maret 1963 silam. (juniara)

RelatedPost