PALEMBANG¬†— Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2015 lalu, bahan bakar nonsubsidi jenis Pertalite mulai mampu menarik sebagian pengguna premium secara bertahap. Apalagi promosi Pertalite gencar dilakukan oleh Pertamina mulai menuai hasil dan dianggap mampu menekan jumlah konsumsi BBM bersubsidi secara signifikan diwilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

General Manajer Pertamina MOR II Sumbagsel Herman M Zaini (19/9) mengungkapkan, hasil ini cukup menggembirakan karena Pertamina menargetkan setidaknya 50% pengguna bbm bersubsidi dapat beralih ke pertalite sampai dengan akhir tahun ini.

Ia mengatakan, semakin banyak masyarakat yang beralih ke nonsubsidi akan memberikan keuntungan Pemerintah karena mengurangi biaya subsidi bbm sehingga dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lain.

Tidak hanya itu, penggunaan bbm non subsidi juga membrikan kontribusi bagi penyelematan lingkungan karena bahan bakar yang digunakan memiliki tingkat polusi yang lebih rendah.

“Targetnya pengguna premium beralih ke pertalite sampai 50% sampai dengan akhir tahun ini. Manfaat bagi penggunanya akan lebih hemat, bagi pemerintah akan mengurangi subsidi agar uangnya bisa dipakai untuk keperluan yang lain dan bagi kami ini upaya untuk memasarkan energi yang lebih baik kepada masyarakat.” Jelasnya

Herman mengaku agar masyarakat lebih banyak lagi pakai pertalite, pihaknya akan lebih menggencarkan promosi. (juniara)

RelatedPost