PALEMBANG— Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Suamtera Selatan (Sumsel) terus mengoptimalkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pantauan satelit Aqua, terlihat titik api di lima wilayah Sumatera Selatan.

Menurut sumber data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Pada tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen, titik api terdapat di tiga kabupaten, yaitu kabupaten Pali, Musi Banyuasin, dan kabupaten Musi Rawas.

Di Pali  terdapat dua titik api yaitu  wilayah Penukal Utara dan Penukal, di kabupaten Musi Banyuasin terdapat satu titik api yaitu wilayah  Lais, sedangkan di kabupaten Musi Rawas terdapat dua titik api yaitu di wilayah Bulan Tengah Suku Ulu dan Muara Kelingi.

Informasi dari pusat data ASEAN Specialist Meteorologycal Service (ASMC) tidak terpantau adanya sebaran asap. Potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yulizar Dinoto, mengatakan memang terdapat beberapa titik api,  “Tetapi itu di daerah mineral atau bisa saja cerobong asap idustri,” katanya.

Ia mengungkapkan, memasuki musim kemarau untuk mengantisipasi dan memadamkan  kebakaran, saat ini pihaknya telah melakukan water bombing. “Setiap harinya ada dua pesawat yang kita operasikan,” Ujar Kepala BPBD,  di Griya Agung Senin (11/7).

Untuk pelaku karhutla, Sambung Yulizar, akan ditindak tegas dan diberikan sanksi serta hukuman, “Siapapun yang berkaitan dengan kebararan hutan dan lahan, pemiliknya jelas akan kita tindak,” tegasnya.

Sementara itu  Gubernur Sumsel, Alex Noerdin juga menginstruksikan untuk segera dilakukan pertemuan membahas mengenai adanya titik api di Sumsel, “Kebakaran hutan dan lahan harus segera kita rapatkan kenapa masih ada hotspot?,” katanya
Menurut Alex Noerdin, kebakaran lahan itu biasanya ada indikasi  sengaja dibakar, “Jadi pak Wagub kita harus memberikan sanksi jangan ditegur-tegur saja,” pungkasnya. (juniara)

RelatedPost