Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya United dan menyerah dengan skor tipis 1-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Presiden 2015, Minggu (20/9) sore di stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Gol semata wayang Bajul Ijo dicetak oleh pemain pengganti, Slamet Nur Cahyo di menit 85 babak kedua dan membuat Persebaya hanya membutuhkan hasil seri saat kedua tim akan kembali bertemu di leg kedua, Minggu (27/7) mendatang.

Pelatih Persebaya, Ibnu Graham mengungkapkan timnya sedikit beruntung di laga ini karena menurutnya SFC juga memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol. “SFC mengalah di laga ini, sebenarnya mereka punya peluang yang tidak bisa dimaksimalkan. Namun hasil ini belum menjamin apa-apa karena tugas berat masih menunggu kami di Palembang, untuk saat ini kami akan menikmati kemenangan lebih dulu,” ujarnya merendah usai pertandingan.

Diakuinya, pemain pengganti Persebaya di pertengahan babak kedua sangat membantu meningkatkan performa timnya dan menjadi kunci kemenangan Evan Dimas dkk. “Slamet Nur Cahyo meski baru sembuh dari cedera, tapi dia punya pengalaman yang membuatnya bisa memaksimalkan 1 peluang yang dimilikinya. Kedepan kami pun harus cepat memutar otak karena Evan Dimas belum bisa mencetak gol atau Pedro Javier yang di laga ini dimatikan lini pertahanan lawan,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan bek Persebaya, Otavio Dutra yang menganggap kemenangan timnya juga sedikit dibantu keberuntungan. “Kami bekerja keras di laga ini, namun SFC pun bermain luar biasa. Meski Patrich Wanggai nanti di Palembang akan absen, tapi bermain di laga tandang selalu sulit dan Persebaya tidak boleh terlena dengan hasil ini,” tegasnya.

Sementara itu, asisten pelatih SFC Hartono Ruslan menyatakan buruknya penyelesaian akhir kembali menjadi mimpi buruk timnya di laga ini. “Itu tugas berat dan menjadi catatan sejak putaran grup lalu, tapi masih ada waktu sebelum leg kedua. Yang jelas peluang untuk lolos masih terbuka, di Palembang kami akan membalikkan skor ini, menang dengan selisih dua gol memang berat namun bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan,” ungkapnya optimis.

Absennya Asri Akbar dan Yu Hyun Koo di laga ini menurutnya memang sedikit berpengaruh mengingat keduanya merupakan pemain andalan yang selalu dimainkan bersama di 3 pertandingan fase grup. “Pasti ada pengaruhnya, cuma kami sangat puas karena pemain muda yang menggantikan keduanya bermain sangat baik. Untuk leg kedua nanti, Asri Akbar dan Yu Hyun Koo sudah bisa kami mainkan kembali dan menambah kekuatan tim,” tambahnya.

Nada optimis juga disampaikan TA Musafri, striker SFC yang menganggap dewi fortuna belum berpihak kepada dirinya dan rekan setimnya yang lain. “Tidak usah menyesali hasil ini, masih ada 90 menit di Palembang yang masih harus bisa kami perjuangkan. Kedepan, kami mesti lebih tenang menyelesaian peluang di depan gawang,” ujar pemain senior ini.