LAMPUNG — Laga uji coba antara Lampung Sakti melawan Sriwijaya FC menjadi partai emosional bagi Manda Cingi. Pasalnya, Manda merupakan pemain asli Lampung, walau dalam beberapa musim terakhir menjadi andalan tim SFC U21, PON Sumsel sebelum menjadi bagian SFC senior.
Manda sendiri mengaku perjuangannya untuk bergabung ke skuad laskar wong kito sangatlah berat. Bahkan di penghujung tahun 2013 saat memutuskan berangkat ke Palembang, sang ibu sempat menentang keputusannya tersebut.
“Saat itu, SFC U21 baru saja menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) U21 dan ada memberi tahu akan ada seleksi, jadi saya modal nekad saja ke Palembang. Berbeda dengan ayah yang mendukung, ibu saya khawatir karena tidak ada sanak saudara di Palembang,” ujar anak dari pasangan Majid dan Farida ini.
Bermodal uang sebesar Rp 200 ribu pemberian sang ayah, Manda mengaku sangat kebingungan saat turun di stasiun Kereta Api Kertapati. “Untung saat itu ada kenalan saya, Ichsan Aldi pemain asal Padang yang sudah lebih dulu bergabung di SFC U21 dan mengajak saya ke Wisma Atlet Jakabaring sehingga tidak perlu lagi mencari penginapan di Palembang,” kenangnya.
Setelah itu, Manda pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menunjukkan yang terbaik di setiap sesi latihan. “Akhirnya saya diterima oleh Pak Bambang selaku manajer dan coach Andi Susanto di SFC U21, saya sangat berterima kasih karena mereka memberikan saya kesempatan bergabung dengan tim juara. Apalagi SFC juga banyak memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang sehingga saya semakin bertah di Palembang,” tambahnya.
Namun meskipun semusim kemudian sudah mendapat promosi ke tim senior, Manda belum banyak mendapat jam bermain saat SFC dilatih oleh Beny Dollo. Bahkan Manda sempat memutuskan mundur untuk sementara waktu dan memilih berlatih bersama tim PON Sumsel. Usai mengantarkan tim PON Sumsel masuk ke babak semifinal PON 2016 Jabar, peruntungan Manda berubah dan mulai mendapat kepercayaan dari pelatih Widodo C Putro yang menggantikan Bendol di SFC.
Posisi reguler mulai diperolehnya dan mampu memberikan pengaruh positif ke dalam tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini. “Saya juga berterima kasih kepada manajer SFC bapak Nasrun Umar, coach WCP yang sangat percaya sehingga saya bisa melakukan debut di kompetisi tertinggi di tanah air. Sesuatu yang sebelumnya hanya seperti mimpi buat saya dan keluarga,” tambahnya.
Kini kesuksesan Manda bersama SFC juga memacu adiknya Julian Mancini untuk meneruskan jejak serupa. Sang adik saat laga uji coba kemarin memperkuat Lampung Sakti dan benturan dua saudara ini pun tidak terelakkan. Sayangnya Julian mengalami cedera di awal babak pertana sehingga tidak dapat bermain lebih lama melawan sang kakak.
“Keinginan Manda saat itu untuk ke Palembang sangatlah kuat, saya sendiri khawatir karena tidak ada keluarga di Palembang. Tapi selaku ayah saya akhirnya merestui karena Manda selama ini memang tidak cengeng dan kuat. Ibunya memang sempat tidak mengizinkan, tapi saya bilang kita doakan saja dan alhamdullilah kariernya bisa seperti sekarang. Namun selalu saya ingatkan agar tetap rendah hati, tidak epat puas dan jangan lupa shalat meminta pertolongan dari Allah SWT,” ujar sang ayah, Majid yang datang bersama keluarga besar saat laga uji coba berlangsung. (Dedi)

Artikel Terkait