Pujian terhadap pelaksanaan turnamen Piala Presiden disampaikan oleh manajer Sriwijaya FC, Robert Heri. Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini, gawean Mahaka Sports and Entertainment ini cukup berkelas dan mampu menjadi angin segar di tengah terpuruknya sepakbola nasional pasca konflik Menpora – PSSI yang berujung jatuhnya sanksi FIFA sejak akhir Mei lalu.

Salah satu yang disorotnya adalah pertandingan yang bermutu dan bebas dari pengaturan skor. “SFC yakin dan percaya, Mahaka tidak akan melakukan hal seperti itu. Sejauh ini mereka sudah melakukan yang terbaik, namun saya berharap partai semifinal terakhir ini bisa dinikmati seluruh pecinta sepakbola Indonesia dengan baik dan normal. Artinya tidak ada yang mengatur, jangan khianati kepercayaan ini,” ungkapnya.

Dirinya pun mengapresiasi langkah Mahaka yang menunjuk Thoriq Al Katiri untuk memimpin laga Arema vs Cronus nanti. “Dia (Thorig) merupakan wasit terbaik di Indonesia saat ini, karena itu dengan rekam jejaknya yang sangat baik, rasanya tidak mungkin Thoriq mau mengorbankan karirnya di semifinal nanti. Namun saya juga memastikan, kami tidak akan melakukan tindakan berlebihan dan tetap menghormati keputusan pengadil di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Cahyadi Wanda selaku sekjen Piala Presiden juga memberikan apresiasi terhadap keputusan manajemen SFC yang dinilainya sangat profesional dalam menyikapi pemindahan venue pertandingan di leg kedua. “Kami sangat menyayangkan laga tidak bisa dimainkan di Palembang, karena uniknya di babak lanjutan ini mereka harus bertanding home and away. Mereka mengorbankan peluang bermain di depan pendukungnya sendiri dan itu harus dicontoh yang lainnya, namun memang rekomendasi BMKG serta BLH menyatakan Palembang tidak layak menggelar pertandingan karena kabut asap,” tambahnya.