PALEMBANG — Tidak hanya mempersiapkan tim, manajemen Sriwijaya FC menyatakan juga akan fokus menyiapkan hal lain untuk menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia yang diperkirakan bakal digelar April mendatang. Salah satunya adalah memastikan bahwa skuad laskar wong kito akan tetap bermain di kandang sendiri yakni stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
Sebelumnya, sempat muncul rumor bahwa Teka Paju Alam dkk akan melakoni laga kandang di stadion Serasan Sekate Sekayu karena 2 stadion di Palembang yakni stadion Madya Bumi Sriwijaya serta Gelora Sriwijaya Jakabaring diperkirakan akan mengalami renovasi untuk persiapan Asian Games 2018 mendatang.
Namun rencana ini langsung mendapat penolakan dari seluruh kelompok SFC yang menganggap rencana ini perlu ditinjau ulang. Pasalnya, wacana tersebut dianggap akan merugikan klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini.
“SFC adalah salah satu klub besar di Indonesia, sarat prestasi dan punya basis pendukung yang luar biasa. Jika dipaksakan bermain di Sekayu, tentu yang menjadi pertanyaan pertama adalah soal kapasitas tribun dan fasilitas pendukung lainnya,” ungkap Arie Firdaus, pengurus Sriwijaya Kaskus saat dihubungi Rabu (1/3) sore.
Menurutnya, nama besar SFC tidaklah sebanding bila disamakan dengan sejumlah klub lain yang disebut juga punya kandang sederhana. “Kami tidak antipati dengan Asian Games 2018, karena itu juga program nasional dan kebanggaan masyarakat Sumsel. Namun jika ada yang menganggap mengapa Perseru bisa berkandang di stadion yang biasa-biasa saja, tentu tidak bisa disamakan seperti itu. Kami masih yakin ada jalan keluar terbaik yang nantinya tidak sampai mengorbankan tim SFC bermain diluar Palembang,” tambahnya.
Sementara itu, sekretaris PT.SOM Faisal Mursyid menanggapi adanya protes tersebut langsung menghubungi PU Cipta Karya sebagai pelaksana renovasi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) dan stadion Madya Bumi Sriwijaya jelang Asian Games 2018.
Faisal menuturkan renovasi akan di mulai pada pertengahan bulan Maret ini. Nah, pihaknya meminta proyek dilakukan dilakukan fokus ke stadion Madya Bumi Sriwijaya. Hal itu dilakukan agar SFC tetap menggunakan stadion Jakabaring atau GSJ.
“Agar pada saat SFC mulai berlaga di Liga 1 kita bisa menggunakan Jakabaring. Setelah renovasi stadion Bumi selesai kita bisa pindah kesana. Dan renovasi di Jakabaring baru dilakukan,” paparnya.
Menurut pria asal Padang ini, pembangunan stadion hanya bersifat renovasi buka melakukan perombakan besar-besaran seperti dilakukan di stadion GBK Jakarta. Stadion di Palembang hanya sekitar 30 persen renovasi khususnya tribun dan rumput.
“Pembangunan juga paling memakan waktu empat bulan saja. Kita juga dulu pernah saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011, ISG 2013 atau AUG 2014 masih ada yang bekerja tapi SFC tetap bertanding bisa saja kan,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait