Digadang-gadang akan menjadi penerus jejak Zah Rahan Krangar, namun penampilan Morimakan Koita belum sesuai harapan. Bahkan sepanjang pra musim dan hingga laga perdana QNB League musim ini, pemain timnas Mali tersebut lebih banyak bermain dari bangku cadangan.

Seperti kala menjamu Pelita Bandung Raya (4/4) kemarin, Koita baru dimainkan di menit 69 babak kedua menggantikan Patrick Wanggai. Saat kedudukan imbang 1-1 setelah David Laly mencetak gol bagi tim tamu, Koita sendiri memiliki dua peluang untuk mencetak gol namun sayang masih dimentahkan kipper Dennis Romanovs yang bermain bermain gemilang.

Namun manajemen Sriwijaya FC mengaku tidak terlalu khawatir dengan performa Koita saat ini. Manajer laskar wong kito, Robert Heri menjelaskan sebagai pemain yang baru merumput di Indonesia, Koita memang perlu beradaptasi lagi.

“Dia menjadi pemain cadangan bukan berarti tidak bagus, karena pemain SFC lain juga punya kualitas yang saat ini lebih baik. Tidak perlu dikhawatirkan, karena lebih baik performa seorang pemain itu terus menanjak ketimbang meningkat namun akhirnya drop di tengah jalan,” ungkap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini saat dikonfirmasi.

Sebagai pemain yang berlabel timnas Mali, menurutnya Koita dalam beberapa pertandingan kedepan akan menunjukkan kelasnya. “Intinya kita tetap percaya dengan kemampuannya, mengenai keputusan apakah dimainkan sejak menit awal atau tidak itu adalah wewenang pelatih yang mengatur strategi di lapangan,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Robert terkait performa Goran Ljubojevic yang di pra musim sempat mendapat kritikan dari beberapa fans SFC. “Coba kita lihat permainannnya saat melawan PBR, di babak pertama banyak peluang yang diciptakannya. Ada yang membentur tiang dan gol yang dihasilkannya pun menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang layak berlabel bintang,” tegasnya.

Artikel Terkait