Menyikapi perkembangan terkini mengenai kondisi sepakbola nasional, manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC merencanakan akan segera menggelar rapat bersama yang akan dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan dipimpin langsung Presiden Klub, Dodi Reza Alex.

Hal ini disampaikan oleh sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat ditemui di sekretariat laskar wong kito di kawasan mall Palembang Square, Senin (4/5) siang. Menurutnya, pihaknya tengah menyusun jadwal rapat tersebut dan kemungkinan akan digelar minggu depan.

“Kita tengah atur jadwalnya, karena saat ini Presiden SFC masih berada di Milan Italia dalam rangka kunjungan kerja beliau sebagai anggota DPR RI. Sepulang dari sana baru akan kita laksanakan, kemungkinan minggu depan atau paling lambat di pertengahan bulan Mei ini,” jelasnya.

Beberapa poin yang akan menjadi pembahasan pada rapat tersebut adalah mengenai kelanjutan SFC itu sendiri pasca pembekuan PSSI oleh Menpora dan berhentinya kompetisi QNB League 2015. “Juga akan ada pembicaraan lainnya seperti kelanjutan kontrak pemain, soal sponsor dan hal-hal yang terkait SFC secara umum,” tambahnya.

Beberapa pemain SFC sendiri saat dikonfirmasi belum mengetahui kelanjutan mengenai latihan pasca diberikan libur oleh manajemen sejak 1 Mei lalu. “Kita tetap berkomunikasi, baik dengan pelatih atau manajemen lainnya. Sejauh ini sesuai arahan sebelum libur lalu, kami tetap menjaga kondisi fisik dan siap jika sewakti-waktu dipanggil kembali ke Palembang,” ujar Asri Akbar saat dihubungi via telpon.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Raphael Maitimo yang saat ini sudah pulang ke Belanda. Pemain naturalisasi ini mengaku terus memantau perkembangan terkini mengenai sepakbola Indonesia melalui pemberitaan di media online dan bertanya kepada pemain lainnya. “Kondisi saya sudah jauh lebih baik, karena saat pulang kemarin dalam kondisi sakit. Sekarang saya terus menunggu perkembangan dari SFC dan berharap kondisi sepakbola di Indonesia segera kembali normal karena pemain butuh berkompetisi,” ujarnya melalui sambungan BBM.