Manajemen Sriwijaya FC angkat suara mengenai banyaknya keberatan dari masyarakat Sumsel dan pecinta laskar wong kito terkait lokasi pertandingan leg kedua babak semifinal melawan Arema Cronus, Minggu (11/10) di stadion Manahan Solo. Sebelumnya, beberapa pihak memang berharap laga tersebut tetap dapat dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Atau jika memang harus dipindah, opsi stadion Si Jalak Harupat Bandung atau Gelora Bung Karno lebih diinginkan fans SFC mengingat jarak yang lebih dekat dari Palembang. Apalagi jika bermain di Jalak Harupat maka dipastikan akan juga mengurangi antusias kedatangan Aremania yang dikenal mempunyai hubungan kurang baik dengan bobotoh, pendukung Persib Bandung.

Menanggapi banyaknya keberatan publik sepakbola Sumsel terkait tempat tersebut, Sekretaris Tim SFC Ahmad Haris, menyatakan, pihaknya sudah mengupayakan agar laga kandang yang dimainkan SFC tetap di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring. “Setelah pihak Mahaka mengeluarkan larangan bermain di Palembang untuk leg kedua semifinal, kami juga mencari alternatif lain. Bukan hanya pada Stadion Manahan,” ujarnya.

Namun menurutnya, jika memilih opsi pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, paling tidak dibutuhkan waktu dua pekan, untuk mengurus semua perizinan serta persiapan panitia pelaksana. Sementara SFC hanya memiliki waktu tak lebih dari lima hari efektif untuk menjalankan pertandingan tersebut. “Kalau di Stadion Si Jalak Harupat, Persib Bandung juga baru menggelar pertandingan semifinal. Panitia disana tentu keberatan ada dua pertandingan dalam dua hari berturut-turut. Banyak juga masukan yang datang ke manajemen, tapi ada stadion yang dinilai tak layak menggelar laga semifinal, apalagi digelar malam hari,” ungkapnya.

Jadi, alasan manajemen SFC memilih Stadion Manahan Solo, karena panitia disana sudah paham. Sekalipun jarak antara Kota Malang dan Solo tak terlalu jauh dan akan banyak suporter Arema yang datang ke Solo, itu bukan jadi kendala bagi SFC. “Sekarang kita jangan berfikir tentang harus bermain dimana. Tapi kita harus selesaikan leg kedua ini dengan kemenangan dan masuk final,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana pertandingan SFC Augie Bunyamin, kemarin telah melayangkan surat untuk menunjuk Panpel Pertandingan Persis Solo sebagai pelaksana pertandingan semifinal leg kedua turnamen Piala Presiden 2015.

Dalam surat bernomor 230/SFC/X/2015, dijelaskan bahwa berdasarkan kondisi force majour karena asap di Kota Palembang serta surat dari Mahaka Sport tanggal 6 Oktober 2015, maka Panpel Pertandingan SFC menunjuk dan memberi wewenang pada Panpel Pertandingan Persis Solo sebagai pelaksana pertandingan leg kedua babak semifinal SFC kontra Arema Cronus, pada tanggal 11 Oktober pukul 18.00WIB, di Stadion Manahan, Solo, Jateng. “Segala hal biaya yang timbul akibat dari penyelenggaraan kegiatan tersebut, menjadi tanggung jawab manajemen SFC,” urai Augie.