PALEMBANG — Manajemen Sriwijaya FC akhirnya angkat bicara mengenai insiden keterlambatan bus yang menjemput Borneo FC saat lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, Sabtu (22/4) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Manajemen laskar wong kito menyesalkan banyaknya pemberitaan yang tidak sesuai dengan kejadian di lapangan yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Awalnya sesuai jadwal, tim Borneo memang akan dijemput pukul 12.35 WIB, namun bus baru tiba pukul 13.05 WIB, sementara beberapa rombongan Borneo akhirnya memutuskan berangkat menggunakan taksi pukul 12.45 WIB. Ini adalah fakta yang terjadi di lapangan,” ungkap Liasion Officer panpel SFC, Taufik saat dihubungi Minggu (23/4) sore.

Adapun keterlambatan ini dikarenakan sopir yang bisa menjemput tim tamu mengalami musibah. “Orang tua sang sopir sekarat sehingga harus pulang, sementara sopir pengganti tidak paham jalan dan sempat nyasar hingga Pusri. Memang benar saya dihubungi berkali-kali di telepon, namun saat itu sedang di motor untuk menyusul bus,” jelasnya.

Kejadian ini pun sudah disampaikan secara langsung ke manajer Borneo FC, Farid Abu Bakar. “Saya bersama polisi pengawal dan sopir juga sudah menyampaikan permohonan maaf langsung ke beliau. Saat itu Farid juga menerima penjelasan ini,” ujarnya.

Sekretaris tim SFC, Achmad Haris sendiri juga menyatakan bahwa kedatangan Borneo FC sendiri juga tidak jauh berbeda dengan tim tuan rumah. “Sesuai aturan tim sudah harus tiba di stadion 90 menit sebelum kick off, kemarin berdasarkan hitungan kami, hanya sekitar 3 menit dari SFC sehingga tidak terlalu lama. Kami juga menolak bila ini sengaja dilakukan dan murni karena musibah yang didapat oleh sang supir. Pihak bus pun siap menjelaskan hal ini bila nanti diperlukan,” tambahnya.

Pernyataan lain juga disampaikan Faisal Mursyid, panpel pertandingan SFC. “Di regulasi, sebenarnya bila terjadi force majeur seperti ini pertandingan bisa diundur selama 30 menit dan itu pun diatur dalam regulasi, apalagi ini tidak live sehingga tidak bergantung televisi. Tapi kemarin semua aturan seperti jadwal pemanasan ataupun kick off berjalan dengan baik, perlu dipahami selama 12 tahun menggelar even sepakbola baik nasional atau internasional, ini adalah kejadian pertama,” bebernya.

Keduanya pun menyatakan bahwa pihak SFC sangat dirugikan dengan pemberitaan di sosial media yang simpang siur. “Demi Allah SWT ini bukan kesengajaan, usai pertandingan setelah mendengarkan penjelasan kami, manajer Borneo FC pun meminta maaf kepada kami terkait beredarnya pemberitaan di media sosial,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait