Manajemen Sriwijaya FC menilai pernyataan dokter tim Persebaya Heri Siswanto yang merekomendasikan timnya untuk tidak bertanding di Palembang karena alasan polusi udara terlalu berlebihan. Bahkan sekretaris tim laskar wong kito, Achmad Haris menegaskan pihaknya sejauh ini tidak mengalami masalah seperti yang ditakutkan oleh manajemen Bajul Ijo.

“Kami menghimbau agar semua pihak mematuhi aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karena di leg pertama SFC sudah bermain di Surabaya, tentu di leg kedua nanti kami punya hak guna menggelar pertandingan di kandang. Soal asap, jangan didramatisir-lah, sejauh ini pemain SFC setiap pagi dan sore hari menggelar latihan dan tidak ada pemain yang terkena sakit,” ujarnya saat ditemui di stadion GSJ, Kamis (24/9) sore.

Dirinya pun berharap manajemen Persebaya mencontoh bagaimana tim Persipura, PBR, Arema dan Persib Bandung saat melakoni babak semifinal kompetisi Indonesian Super League (ISL) tahun lalu yang juga dimainkan di Palembang. “Saat itu kondisinya hampir sama dengan saat ini, namun tidak ada yang meminta pemindaan lokasi pertandingan atau jadwalnya dirubah. Jadi saya menghimbau mari kita selesaikan 90 menit tersisa dari babak 8 besar ini sesuai dengan ketetapan yang sudah dikeluarkan pihak Mahaka Sports and Entertainment sebelumnya. Pihak SFC pun menerima dengan baik segala sesuatu saat leg pertama dimainkan di Surabaya kemarin,” ungkap Haris.

Menurutnya, kekhawatiran pihak Persebaya terlalu berlebihan dan cukup menyinggung perasaaan warga Palembang. “Perlu dipahami, sampai saat ini bandara SMB II di Palembang juga tidak ditutup, beda seperti di Jambi misalnya. Kalaupun ada delay, kita semua tahu tidak ada asap pun hal tersebut tetap terjadi. Contoh yang lebih jelas lagi ada pemain SFC sendiri yang masih bisa berlatih dengan normal, jadi sekali lagi datang dan kita selesaikan pertandingan di lapangan hijau,” tambahnya.

Hal yang sama juga ditegaskan dokter tim SFC, Victor Adriyanto yang menjelaskan bahwa gangguan asap di wilayah Sumsel dan sekitarnya hanya berlangsung pada pagi hari. “Kabut asap menebal hanya pada pagi hari, namun sorenya sudah membaik. Ini pun belum dapat dikategorikan membahayakan dan saya kira pertandingan masih dapat dimainkan di Palembang,” ungkap dokter yang dalam kesehariannya bertugas di RS Polda Sumsel ini.

Kondisi ini juga memantik reaksi dari kelompok suporter SFC, Singa Mania yang menyesalkan pernyataan manajemen Persebaya. “Selesaikan pertandingan di tempat semestinya, tidak perlu psy war atau yang lain. Soal asap, SFC pun mengalami hal serupa. Jadi Persebaya tidak usah takut atau merasa dirugikan, mereka pun sudah mengantongi keunggulan saat di kandangnya, biarkan pemenangnya nanti ditentukan di lapangan hijau selama 90 menit tersisa,” ujar ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko saat dihubungi Kamis (24/9) sore.